Laporan: Syahrial hadi
Muaraenim, Sumselupdate.com – Made Srisaluke (50), wartawan media online Sorotnews mengalami tindakan kekerasan, Senin (19/10/2020) sekitar pukul 19.30 WIB. Dia diduga dianiaya enam orang di Terminal Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Karena penganiayaan tersebut hingga, Kamis (22/10/2020), korban masih belum bisa melihat jelas dan masih mengalami sesak napas, karena diduga diinjak-injak para pelaku. Selain itu, wajah Made masih terlihat lebam-lebam serta masih biru di dekat kedua belah mata korban.
Menurut keterangan Made Srisaluke, saat disambangi Sumselupdate.com di kediamannya di Desa Segayam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, saat kejadian dia lagi liputan di seputaran LLAJ Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir. Saat itu, dia didatangi 6 orang, yang langsung meminta uang mereka dikembalikan.
Tapi korban keberatan karena menurutnya, dia tidak ada utang kepada mereka. Namun yang diterima oleh korban adalah siraman pasir dicampur cabai ke arah mata korban.
Saat dia tidak bisa melihat, korban langsung dianiaya pelaku, dan dibawa ke rumah korban untuk menandatangani sebuah surat.
“Namun karena belum bisa melihat karena mata saya pedih dan keadaan lemas karena habis dianiaya, saya terpaksa menandatangani surat tersebut, entah itu apa,” ujar Made.
Sementara Dewan pembina FKWZ III Muaraenim Ali Hanafiah, SE, mengutuk keras perbuatan para pelaku penganiayaan terhadap Made, dan meminta aparat kepolisian untuk menangkap para pelaku. (**)











