Anggota DPR RI Sri Meliyana Gelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Muaraenim

Sosialisasi gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat di Kabupaten Muaraenim

Laporan Azwar Anas

Muaraenim, Sumselupdate.com — Anggota DPR RI Dapil Sumsel 2, Ir Sri Meliyana menggelar kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu Muaraenim, Kamis (22/10/2020).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini yang diinisiasi Legislator partai Gerindra ini turut menggandeng Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dan Dinas Kesehatan Muaraenim.

Selain Sri Meliyana, turut hadir dalam kegiatan ini yakni Staf Ahli Bupati Muaraenim Panca Surya Diharta, Perwakilan Dinkes Provinsi Sumsel H Mulyono Mkes, Dr Rodiah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim, serta peserta dari Forkompinda, masyarakat umum serta mahasiswa.

Dalam penyampaiannya, Dinkes Sumsel melalui Mulyono mengatakan, saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Muaraenim masih tinggi.

Untuk menanggulangi hal ini, katanya, dibutuhkan peran serta dadi semua pihak.

“Pandemi ini tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak termasuk masyarakat harus ikut berperan aktif dengan mengikuti protokol kesehatan,” urainya.

Sedangkan untuk malaria, Mulyono menyebut di Provinsi Sumael baru sembilan kabupaten/kota yang telah melakukan program eliminasi malaria.

Muaraenim sendiri, katanya, belum termasuk daerah yang telah melakukan program eliminasi malaria tersebut.

“Muaraenim kami targetkan di tahun 2022 sudah terlaksana, tapi ternyata di Muaraenim saat ini masih ada penularan malaria setempat (indigenous) dalam satu wilayah geografis tertentu,” urainya.

Plt Bupati Muaraenim yang diwakili Staf Ahli sekaligus Jubir Gugus Tugas Covid-19 Muaraenim Panca Surya Diharta menyebut, Muaraenim saat ini masuk dalam zona orange terkiat kasus positif Covid-19.

Dalam penanganan Covid-19 ini, kata Panca, Pemkab Muaraenim telah mengeluarkan berbagai kebijakan, mulai dari penanganan, pemulihan ekonomi dan mengatur mengenai kegiatan belajar mengajar.

“menghadapi pandemi, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga semua pihak termasuk masyarakat. Pemkab juga juga mengeluarkan kebijakan mengenai kewajiban menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan. Jika kewajiban ini tidak dilakukan, maka akan dikenakan sanksi bagi pelanggar,” tukasnya.

Untuk penanganan malaria, pihak Puskesmas di Kabupaten Muaraenim juga telah melakukan berbagai upaya, seperti membagikan kelambu dan obat pembunuh jentik (larvasida).

“Upaya ini dilakukan untuk mencegah penularan malaria di tengah masyarakat,” urainya.

Sedangkan Anggota DPR RI Komisi IX Ir Sri Meliyana berharap peserta yang ikut kegiatan sosialisasi ini dapat mempelajari dan membagikannya kepada masyarakat lain.

“Sosialisasi hari iniakan sukses, jika peserta menceritakan kembali yang benar mengenai apa yang didengar dan disosialisasikan pada acara ini kepada masyarakat lain. Kalianlah merupakan agen agar informasi yang ada disini sampai kepada masyarakat yang ada di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Pada acara ini dilakukan penyerahan secara simbolis hibah tempat cuci tangan dari Kemenkes RI kepada Sri Meliyana yang kemudian diserahkan kepada Pemkab Muaraenim.

Selanjutnya dilakukan sosialisasi dengan narasumber dari Kemenkes RI dan Dinkes Muaraenim.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.