Pelaku Pengeroyokan Sopir Taksi Online Ditangkap, Dilatari Motif Asmara

DITANGKAP---Dua pelaku penganiayaan sopir taksi online diamankan di Polrestabes Palembang, Kamis (22/10/2020).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Tidak membutuhkan waktu lama, Unit Pidum dan Tekab 134 Polrestabes Palembang akhirnya berhasil menangkap dua pelaku pengeroyokan dan pengerusakan terhadap mobil taksi online, Kamis (22/10/2020) dinihari WIB. Pelaku yang ditangkap adalah Agus Supriadi dan Romli.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, peristiwa tersebut ada dua tempat kejadian perkara (TKP). Pertama di Jalan Yaktapena I dan kedua di Mapolrestabes Palembang.

“Motif dalam kasus ini ialah asmara antara saksi Ardisa Astri Utami (20) dan mantan suaminya berinisial AD. Karena cemburu melihat saksi bersama laki-laki di mobil, AD lantas marah dan melakukan penganiayaan terhadap sopir taksi online tersebut,” ujar Kombes Pol Anom.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji saat menginterogasi tersangka.

Anom mengungkapkan, permasalahan bermula saat saksi tidak mau diajak rujuk oleh pelaku AD. Jadi, pelaku AD yang marah berencana menyusun rencana untuk menyuruh temannya mengajak saksi untuk pergi ke Cafe, namun terlebih dahulu menjemput teman wanita pelaku di TKP.

“Setibanya di TKP ada pelaku AD yang berpura-pura tidak mengetahui dan melihat saksi bersama korban di dalam mobil langsung marah dan menganiaya sopir mobil tersebut,” katanya.

Kemudian korban yang panik langsung melarikan diri ke Polrestabes Palembang.

“Hanya saja ada beberapa teman pelaku yang ikut mengejar korban. Namun saat itu pelaku berteriak dan meminta tolong, sehingga warga ikut mengejar korban namun tidak ikut menggeroyok,” katanya.

Korban berlari ke Polrestabes Palembang dengan harapan agar aman. Dan pada saat kejadian ada petugas yang berjaga dan mendekati kerumunan. Namun saat petugas mendekat para pelaku langsung melarikan diri.

Anom menambahkan, kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan untuk menangkap para pelaku yang masih melarikan diri (DPO).

Sementara itu menurut keterangan tersangka Romli, kalau ia tidak mengetahui kejadian tersebut.

“Jadi saat kami melihat pelaku mencoba memukul korban di Lorong Yaktapena 1 jadi kami ikut mendekat. Karena kami kira saat itu mantan istri pelaku diganggu korban,” katanya.

Atas tindakan tersebut, para pelaku terancam Pasal170 KUHP tentang penggeroyokan dengan ancaman 12 tahun penjara. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.