AJOI Pagaralam Tolak Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo Nurhadi

Sekretaris AJOI Pagaralam Rico mengenakan pita putih di lengannya, sebagai tanda protes kekerasan terhadap jurnalis.

Pagaralam, Sumselupdate.com – Aksi penolakan dan pengecaman kekerasan terhadap jurnalis Tempo Nurhadi terus berlangsung. Setelah turun ke jalan, perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang bersama insan Pers yang ada di Kota Pagaralam mengkampanyekan pemakaiana pita putih sebagai simbol gerakan.

Aksi pemasangan pita putih ini merupakan solidaritas insan pers baik yang ada diibu kota sampai ke daerah. Hal ini bentuk penolakan akan perlakuan kekerasan terhadap insan pers yang masih sering terjadi di Indonesia saat ini.

Bacaan Lainnya

Aksi protes kekerasan terhadap jurnalis.

Aksi ini didukung oleh semua insan pers yang ada di Kota Pagaralam dengan ikut memasang pita putih dilengan mereka sebagai bentuk dukungan atas aksi tersebut.

Perwakilan anggota AJOI Kota Pagaralam, Rendi Saputra didampingi sejumlah awak media di Pagaralam mengatakan, pihaknya mengutuk keras semua aksi kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan yang masih terjadi di Indonesia saat ini.

“Kami mengutuk keras aksi kekerasan terhadap wartawan yang masih terus terjadi di Indonesia,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan aksi pita putih ini sebagai simbol penolakan atas agresi, penghalangan, pemaksaan, kekerasan dan kekejaman atas kerja jurnalis.

“Wartawan bukan orang yang harus didibenci sampai dilakukan kekerasan kepada isan pers ini. Kami hanya menyajikan informasi yang sesuai dengan fakta di lapangan dan menyajikannya secara berimbang,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris AJOI Kota Pagaralam Rico kepada Sumselupdate.com mengungkapkan, gerakan ini berlangsung selama satu minggu ke depan sejak hari ini, Senin (5/4). Anggota AJOI Kota Pagaralam yang bekerja di lapangan maupun di kantor harus mengenakan pita putih di lengan.

“Selama sepekan, kami kenakan pita putih sebagai simbol gerakan,” ungkap Rico.

Dia berharap, gerakan serupa dapat direspon oleh seluruh komunitas jurnalis di Sumsel dan Indonesia. Bahkan, narasumber, penegak hukum, dan masyarakat dapat mengenakan pita putih sebagai bentuk dukungan kebebasan pers.

“Untuk tahap awal, kami siapkan ratusan potong pita putih bagi anggota AJI dan dapat dibagi ke siapapun yang memiliki sikap yang sama,” kata dia.

Selain memakai pita putih saat kerja-kerja jurnalistik, kampanye juga dilanjutkan dengan aksi daring di media sosial dengan memposting foto di media sosial saat mengenakan pita putih dengan tagar, #kampanyepitaputih, #SaveJournalists, #JurnalisBukanKriminal, #JurnalisKerjaUntukPublik, #KamiBersamaJurnalisHadi, dan #WhiteRibbonCampaign. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.