Jakarta, Sumselupdate.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan lembaga tersebut.
Peringatan itu disampaikan melalui akun media sosial resmi SKK Migas sebagai respons atas beredarnya informasi rekrutmen palsu yang berpotensi merugikan masyarakat pencari kerja.
Dalam unggahan tersebut, SKK Migas menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen resmi hanya diumumkan melalui kanal resmi yang telah ditetapkan. Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi lowongan kerja yang beredar di media sosial maupun aplikasi pesan instan.
“Informasi penting untuk Sobat Migas. Belakangan ini beredar lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan SKK Migas. Yuk, kenali kanal resmi rekrutmen SKK Migas agar terhindar dari penipuan,” tulis SKK Migas dalam unggahan akun resminya.
SKK Migas menjelaskan, masyarakat dapat memeriksa informasi lowongan kerja resmi melalui website resmi SKK Migas di www.skkmigas.go.id dan portal rekrutmen resmi di jobs.talentics.id/skk-migas.
Selain itu, SKK Migas menegaskan bahwa dalam setiap proses rekrutmen, pihaknya tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun kepada pelamar.
Lembaga tersebut juga tidak pernah membuka lowongan kerja melalui akun tidak resmi maupun menyebarkan informasi rekrutmen melalui pesan berantai, tautan mencurigakan, atau sumber yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
SKK Migas mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan dan memblokir akun yang terindikasi melakukan penipuan dengan mengatasnamakan lembaga tersebut.
Masyarakat juga diminta turut menyebarluaskan informasi yang benar agar tidak ada pihak lain yang menjadi korban modus penipuan rekrutmen.
“Selalu pastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi SKK Migas,” demikian imbauan yang disampaikan melalui akun resmi SKK Migas.
Melalui sosialisasi ini, SKK Migas berharap masyarakat semakin berhati-hati dan tidak mudah tergiur oleh tawaran pekerjaan yang tidak jelas sumbernya, terutama yang meminta sejumlah uang dengan alasan administrasi, pelatihan, atau biaya rekrutmen.
(**)











