Pospera Sumsel Minta SKK Migas Optimalkan Manfaat Migas bagi Daerah Penghasil

Writer: - Sabtu, 18 Juli 2026
Ketua Pospera Sumsel Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi atas meningkatnya aktivitas eksplorasi migas nasional bertepatan dengan HUT ke-24 SKK Migas. Pospera juga mendorong pemerintah dan SKK Migas memastikan daerah penghasil energi, termasuk Sumatera Selatan, memperoleh manfaat ekonomi yang lebih adil dari sektor migas. (Foto; Sumselupdate.com/Romadon)

Palembang, Sumselupdate.com – Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumatera Selatan mengapresiasi tren peningkatan aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) nasional yang dinilai memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Namun, organisasi tersebut mengingatkan agar keberhasilan sektor hulu migas juga diikuti pemerataan manfaat ekonomi bagi daerah penghasil energi, termasuk Sumatera Selatan.

Read More

Ketua Pospera Sumsel, Muhammad Iqbal, mengatakan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menjadi saat yang tepat untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada daerah penghasil migas.

Ia mengapresiasi kinerja SKK Migas dalam menjaga iklim investasi sektor hulu migas yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas eksplorasi dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data yang disampaikan Pospera, realisasi pengeboran sumur eksplorasi terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 tercatat 28 sumur, naik menjadi 30 sumur pada 2022, kemudian 38 sumur pada 2023, sekitar 41 sumur pada 2024, dan mencapai 48 sumur sepanjang 2025.

Selain peningkatan jumlah pengeboran, volume temuan sumber daya baru (discovered resources) juga mengalami lonjakan.

Penemuan cadangan migas skala besar (giant discovery) pada 2023 disebut menyumbang lebih dari 800 juta barel setara minyak (MMBOE) secara nasional.

Tren tersebut berlanjut hingga 2024 dan 2025 sehingga rasio penggantian cadangan atau Reserve Replacement Ratio (RRR) nasional tetap berada di atas target 100 persen.

Meski demikian, Iqbal menilai capaian tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil migas.

Mengusung tema ‘Sumsel Mendukung Ketahanan Energi dari Korporasi Sampai ke Sumur Rakyat’, Pospera menilai Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung energi nasional masih menghadapi tantangan dalam pemerataan manfaat ekonomi.

“Kami mengucapkan selamat dan mengapresiasi tren positif kenaikan volume temuan dan pengeboran eksplorasi SKK Migas. Sumatera Selatan adalah lumbung energi yang nyata, dari fasilitas korporasi berskala besar hingga sumur-sumur rakyat. Namun menjadi area penemuan cadangan masif saja tidak cukup jika tidak diiringi keadilan ekonomi. Ketahanan energi nasional sangat bergantung pada kesejahteraan dan stabilitas daerah penghasil,” kata Iqbal, Sabtu (18/7/2026).

Untuk mendukung target ketahanan energi nasional, Pospera Sumsel menyampaikan empat rekomendasi kepada pemerintah pusat dan SKK Migas.

Pertama, mengoptimalkan implementasi Pedoman Tata Kerja (PTK) 007 SKK Migas melalui pembinaan dan pemberdayaan pengusaha lokal agar dapat menjadi mitra Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kedua, mendorong keterlibatan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan proyek, termasuk pemenuhan hak Participating Interest (PI) secara transparan serta peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.

Ketiga, mengimplementasikan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 tentang pengelolaan sumur minyak rakyat melalui pembinaan teknis, penerapan standar keselamatan dan lingkungan (HSSE), serta pendampingan akses pasar agar mampu berkontribusi terhadap produksi migas nasional.

Keempat, memastikan distribusi dana bagi hasil (DBH) migas dilakukan secara adil sehingga daerah penghasil memperoleh manfaat pembangunan yang seimbang, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Iqbal menegaskan, keberhasilan meningkatkan cadangan migas nasional harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Presiden menginginkan ketahanan energi yang mandiri. Visi itu membutuhkan kolaborasi. Cadangan migas yang besar harus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, termasuk daerah penghasil. Korporasi dan sumur rakyat kini telah memiliki pijakan hukum untuk berjalan berdampingan, tinggal bagaimana komitmen pemerintah pusat dan SKK Migas untuk mewujudkannya secara berkeadilan,” pungkasnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts