Kemenag RI dan LAZ Se-Indonesia Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Zakat dan Wakaf

Writer: - Sabtu, 18 Juli 2026
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI bersama jajaran Laznas PPPA Daarul Qur'an dan pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia mengikuti forum penguatan kolaborasi pasca program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026. Pertemuan membahas strategi memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui forum evaluasi sekaligus penyusunan langkah kolaboratif pasca pelaksanaan program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026. Pertemuan tersebut digelar di kantor Laznas PPPA Daarul Qur’an, Jumat (17/7/2026).

Forum strategis tersebut dihadiri Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur, Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih, Direktur Program Laznas PPPA Daarul Qur’an Zainal Umuri, serta pimpinan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari berbagai daerah di Indonesia.

Read More

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur mengapresiasi seluruh LAZ yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan program nasional Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 yang digelar pada akhir Juni lalu.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kolaborasi yang telah terbangun ini harus terus dijaga dan diperkuat. Potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf akan memberikan dampak yang jauh lebih besar apabila dikelola secara kolaboratif, profesional, dan berorientasi pada kebermanfaatan umat,” ujar Waryono.

Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai tindak lanjut pascapelaksanaan program, mulai dari evaluasi kegiatan, penguatan koordinasi antarlembaga amil zakat, hingga peluang menghadirkan program kolaboratif yang menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah.

Selain itu, pertemuan juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem filantropi Islam yang terintegrasi agar program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dakwah, kemanusiaan, serta penguatan ekonomi umat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah forum tersebut merupakan amanah sekaligus bentuk komitmen lembaganya dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan sesama LAZ.

“Menjadi tuan rumah dalam pertemuan ini merupakan amanah sekaligus kehormatan bagi Laznas PPPA Daarul Qur’an. Kami percaya bahwa ketika pemerintah dan seluruh LAZ berjalan bersama dalam semangat kolaborasi, maka kebermanfaatan yang dirasakan masyarakat akan semakin luas dan berkelanjutan,” katanya.

Senada dengan itu, Direktur Program Laznas PPPA Daarul Qur’an Zainal Umuri menilai forum tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus menyusun strategi bersama untuk meningkatkan efektivitas berbagai program kolaboratif pada masa mendatang.

Sebagai tuan rumah, Laznas PPPA Daarul Qur’an memfasilitasi pertemuan yang mempertemukan Kemenag RI dengan puluhan pimpinan LAZ dari berbagai wilayah Indonesia guna memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts