Lagi, Bandar Shabu Dengan Senpira Dibekuk

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Baru empat hari kegiatan Operasi Musi Cipta Kondisi dengan sasaran senjata api rakitan (Senpira), Anggota Unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel, kembali berhasil meringkus satu lagi tersangka bandar shabu-shabu asal Banyuasin yang memiliki senpira jenis laras pendek revolver.

Read More

Iskandar alias Dian (41), warga Desa Paldas, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin ditangkap polisi setelah menyimpan atau menguasai sepucuk senjata api rakitan selama setahun belakang terakhir.

“Tersangka kita tangkap di rumahnya, menyimpan dan menguasai sepucuk senjata api jenis revolver,” ungkap Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan saat jumpa pers (19/11/2021).

Diterangkan, bermula dari mendapatkan informasi, tim Opsnal Unit II Subdit III Jatanras Polda di bawah Pimpinan Kompol Bakhtiar dan Iptu Teddi Barata menangkap tersangka yang terungkap pelaku juga merupakan bandar narkoba jenis shabu.

Ia menggunakan Senpira untuk menagih utang pelanggan barang haramnya.

” Tersangka ini merupakan bandar narkoba jenis shabu-shabu di daerah Banyuasin,” singkatnya.

Lebih lanjut, Kompol Christoper Panjaitan menjelaskan, tersangka mendapatkan senjata tersebut dengan cara membeli seharga Rp3 juta, senjata itu sendiri baru satu kali di gunakan pada awal Iskandar beli, memastikan Senpira tersebut berfungsi atau tidak.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu pucuk Senpira jenis revolver, enam butir amunisi caliber 38, Shabu-shabu seberat 6,19 gram senilai Rp 5 juta rupiah, dua botol alat hisap Shabu-Shabu (bong), dua unit timbang digital, tiga bungkus plastik klip bening yang di gunakan untuk membungkus Shabu-Shabu.

Dari hasil tes urine yang dilakukan tersangka yang juga positif pengguna narkoba jenis Shabu-shabu, di terangkan Kompol Christoper Panjaitan terkait kasus kepemilikan Shabu-shabu akan dilimpahkan kepada Ditresnarkoba Polda Sumsel.

“Untuk dia (tersangka) jelas sekali selain menjadi bandar dia juga pemakai, terkait kasus kepemilikan shabu-shabu akan kita serahkan ke Ditresnarkoba Polda Sumsel,”pungkasnya.

Akibat kepemilikan senpira Iskandar di jerat polisi dengan pasal 1, undang undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman penjara 12 tahun.

Sementara di hadapan polisi, tersangka mengaku kepemilikan senpira tersebut bersamaan dia menjadi bandar shabu-shabu di Banyuasin.

“Saya beli dengan uang cash seharga Rp3 juta, senjata itu saya gunakan untuk mengancam kalau pelanggan macet dalam pembayaran shabu,” jelasnya.

Sedangkan untuk barang bukti shabu yang di miliki Iskandar di belinya dari seseorang di daerah air hitam, kabupaten Pali seharga Rp5 juta.

Ia mengaku rencananya, shabu-shabu yang disita tersebut akan di jual lagi di Banyuasin dengan ukuran yang lebih kecil.

” Shabu-shabu itu saya beli di Air Hitam Pali, dengan harga Rp5 juta, untuk untungnya sekitar Rp2 jutaan kalau di jual,” tutupnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.