Polisi Bidik Lokalisasi Kampung Baru

Senin, 25 Januari 2016
Suasana pemusnahan barang bukti narkoba di Gedung Reserse Narkoba Polresta Palembang, Senin (25/1).

Palembang, Sumselupdate.com – Pada pemusnahan barang bukti narkoba di Gedung Reserse Narkoba Polresta Palembang, Senin (25/1), terungkap jika barang bukti narkoba dari tersangka Andi diperoleh dari kawasan lokalisasi Kampung Baru atau yang lebih dikenal dengan lokalisasi Teratai Putih.
Penangkapan Andi alias Koko (40), warga Jalan Segaran Lorong Kebangkan No.244 Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang yang dilakukan pada awal tahun 2016 ,semakin membuka tabir pengedaran narkoba di Palembang.

Tersangka yang diringkus saat melintas di simpang empat lampu merah Sekip Palembang mengungkapkan jika narkoba yang ia bawa diambil dari lokalisasi Kampung Baru.

Bacaan Lainnya

Kanit Narkoba Polresta Palembang Iptu Zulkarnain mengungkapkan, lokalisasi Kampung Baru memang menjadi perhatian khusus untuk memberantas peredaran dan transaksi narkoba.

“Peredaran narkoba yang cukup besar di Palembang, salah satunya di Kampung Baru. Diprediksi peredaran di sana cukup besar, apalagi banyak jaringan narkoba dari Aceh yang masuk ke sana,” ujarnya seusai pemusnahan barang bukti narkoba.

Selain lokalisasi Kampung baru, yang menjadi target juga daerah 13 Ilir Palembang. Disinyalir daerah itu merupakan pusat transaksi narkoba terbesar di Palembang.

Untuk mencegah semakin maraknya peredaran narkoba, razia rutin dan penyelidikan di daerah tersebut. Selain itu menjadi perintah langsung dari Kapolresta Palembang, untuk memberantas peredaran narkoba dari dua daerah tersebut.

Barang bukti narkoba, sebanyak 250,9 gram atau 6 kantung bubuk shabu dan 650 butir ekstasi dengan merk Warner Bross (WB) diblender halus dan dicampur dengan deterjen. Ditaksir harga sejumlah narkoba tersebut senilai Rp700 Juta.

Sementara itu, Kompol Made Iswetra, Kasubdit Narkoba Labfor Polda Sumsel mengatakan, dalam kandungan narkoba, bisa menimbulkan efek farmakronis, srimulansia, dan halusinogen.

“Efek farmakronis, ketika timbul saat konsumsi, jadi memacu kerja sistm sarap pusat (stimulansia) berlebihan. Contohnya, amfetamin bersifat halusinasi atau khayalan,” paparnya. (lpg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.