Pasien dan Dokter Gigi Sama-sama Rentan Covid-19, Protokes Harga Mati

Pertemuan konsolidasi KKI di Hotel Aryaduta, Jumat (27/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Selama pandemic Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) selama ini, dokter gigi tetap memberikan pelayanan tapi tidak melakukan tindakan, untuk membantu menekan penyebaran virus yang berasal dari Tiongkok ini.

Dokter Gigi ataupun pasien, sama-sama punya resiko yang sama untuk tertular, karena dalam kontaknya bakal melibatkan air liur pasien. Terkait hal itu, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) memastikan para dokter yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktek (SIP) akan menerapkan standar yang baik selama melakukan pelayanan.

Bacaan Lainnya

Dokter menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) buat melindungi dirinya, sterilisasi alat medis dan juga ruangan setelah digunakan guna melindungi pasien yang datang.

“Jadi masyarakat tidak perlu takut lagi melakukan pemeriksaan ke tempat prakter dokter atau rumah sakit di masa pandemi ini,” ucap Wakil Ketua I KKI, drg Andriani, Sp.Ort, FICD, usai pertemuan konsolidasi KKI di Hotel Aryaduta, Jumat (27/11/2020).

Ia membenarkan jika, orang yang terkena virus Corona dengan tanpa gejala sulit untuk diketahui. Virus Corona biasanya tersebar melalui tetesan atau droplet ketika orang yang terinfeksi itu bersin atau batuk ketimbang melalui benda yang terkontaminasi.

“Karena dokter gigi ini memberikan mulut/gigi pasien, jadi sangat riskan terjadi penularan dari air liur pasien. Sehingga para dokter gigi memang diharapkan untuk waspada saat melayani pasien,” katanya.

Hal ini juga yang menjadi kekhawatiran sebagian besar orang untuk mendatangi rumah sakit dan klinik praktek dokter di masa pandemi ini. Sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan, dokter harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sterilisasi alat medis dan juga ruangan setelah digunakan.

Sementara itu, Wakil Ketua II KKI Intan Ahmad mengatakan, sesuai dengan ketentuan kedokteran, Konsil Kedokteran Indonesia menetapkan, dokter harus tergistrasi dengan memiliki STR dan SIP. Secara umum di Indonesia, ada 231 ribu dokter diantaranya spesialis, dokter, dokter gigi, sub juga spesialis. Diantara itu ada 209 ribu yang punya STR dan SIP.

“Masyarakat bisa mengecek STR dan SIP ini di website KKI. Kita bekerja sama dengan kementerian, dan menerapkan aturan pelayanan untuk melindungi masyarakat,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.