HKN ke-56, OKI Kekurangan Dokter Umum dan Dokter Gigi

H HERMAN

Laporan: Syakbanudin

Kayuagung, Sumselupdate.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56, baru saja dilaksanakan. Di hari peringatan tersebut, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan dalam bidang kesehatan ternyata masih kekurangan dokter.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan OKI, H Herman saat dikonfirmasi Sumselupdate.com mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melakukan pendataan terkait tenaga kesehatan khususnya dokter. Dan memang kata dia, untuk dokter umum, dokter gigi masih mengalami kekurangan.

“Kami juga sudah melakukan pengusulan agar adanya penerimaan dokter umum dan gigi tersebut, untuk formasi tahun 2020, 2021. Apalagi saat ini adanya singkronisasi data untuk pelaksanaan pengajuan CPNS tahun 2021. Dan kita mengusulkan sebanyak tujuh dokter,” terangnya.

Jika ada tambahan formasi CPNS, maka akan ditempatkan di Puskesmas terpencil, Puskesmas di wilayah pedesaan yang memang selama ini kekurangan dokter umum dan dokter gigi.

“Kita juga telah mendata bahwa perlunya tenaga apoteker di Puskesmas. Dan ini juga telah masuk dalam singkronisasi data pengusulan CPNS, paling lambat bulan Desember 2020,”katanya.

Herman menambahkan, untuk tenaga perawat juga mengalami kurang, khususnya di wilayah terpencil dengan 32 Puskesmas. Dan ada dua Puskesmas pengembangan yaitu Kecamatan Cengal, terletak di Desa Sungai Lumpur, yang sekarang ini masih proses perizinan pusat.

Kemudian ada juga di wilayah pemekaran Puskesmas Cahaya Maju, Bumi Harjo di Kecamatan Lempuing.

“Jadi di daerah ini ada tiga Puskesmas termasuk di Tugumulyo,” paparnya.

Herman mengungkapkan untuk mengatasi kekurangan dokter saat ini pihaknya telah melakukan rekrutmen tenaga honor. Kemudian tenaga TKS di Puskesmas.

Seperti di Puskesmas Penanggokan Duren, Puskesmas Cengal yang telah memiliki tenaga TKS ini.

Selanjutnya, untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan ini, pihaknya telah mengusulkan melalui program Nusantara Sehat. Dalam program ini adanya usulan tenaga kesehatan untuk dokter umum dan dokter gigi, analis, gizi dan farmasi.

Dan memang selama ini dokter atau tenaga kesehatan ini sebelumnya telah bertugas di daerah Puskesmas Air Sugihan, untuk beberapa bulan ke depan kontrak kerjanya akan habis.

“Hal ini juga telah kami usulkan kembali ke pusat dalam hal ini Kemenkes. Jadi tenaga kesehatan ini dibayar dengan dana pusat selama menganggarkan selama dua tahun dan setelah habis masih kontrak maka akan diusulkan kembali,” imbuhnya.

Terkait adanya dugaan tenaga kesehatan di Pustu Pulau Gemantung yang jarang masuk kantor, Herman menegaskan, pihaknya akan melakukan kroscek lapangan terkait informasi tersebut.

“Dan jika memang terbukti maka akan mendapatkan sanksi tentunya. Baik teguran, lisan atau tindakan sanksi disiplin lainnya,”tuturnya.

Oleh sebab itu, Herman mengimbau kepada tenaga kesehatan yang ada agar dapat disiplin dan bekerja dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi). Apalagi saat ini tengah pandemi covid 19, tentunya kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.