Tokyo, Sumselupdate.com – Jepang menyelesaikan putaran ke-21 pembuangan air limbah yang terkontaminasi nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke laut. Informasi tersebut disampaikan operator PLTN, Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO), pada Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan keterangan TEPCO, tahap pembuangan terbaru dimulai pada 6 Juli 2026 dan berakhir pada Jumat (24/7/2026). Selama periode tersebut, sebanyak 7.894 ton air limbah yang telah diolah dibuang ke laut.
Media lokal melaporkan, air limbah yang dilepas pada tahap ini mengandung sekitar 1,3 triliun becquerel tritium radioaktif.
Dengan selesainya tahap ke-21, total volume air limbah yang telah dibuang ke laut sejak program tersebut dimulai pada Agustus 2023 mencapai sekitar 165.000 ton.
Kebijakan pembuangan air limbah Fukushima masih menuai perhatian dan penolakan dari sejumlah negara serta komunitas internasional. Sejak awal pelaksanaannya, pemerintah Jepang tetap melanjutkan program tersebut meski berbagai pihak menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi dampaknya terhadap lingkungan laut dan sektor perikanan.
Pemerintah Jepang sebelumnya menyatakan air limbah telah melalui proses pengolahan sebelum dilepas ke laut dan diklaim memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan. Namun, langkah tersebut masih menjadi perdebatan di tingkat internasional.
(**)











