IRGC Klaim Serang 6 Kapal, Tiga Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

Writer: - Senin, 7 September 2026
Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini memperlihatkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)

Teheran, Sumselupdate.com — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang enam kapal sebagai aksi balasan terhadap serangan Amerika Serikat (AS) terhadap kapal tanker Iran.

Dalam pernyataan yang diterbitkan Sepah News, saluran berita resmi IRGC, Sabtu (5/9), disebutkan tiga kapal tanker minyak menjadi sasaran saat melintasi Selat Hormuz.

Read More

IRGC menyatakan ketiga kapal tanker tersebut melintasi jalur perairan dengan menggunakan rute yang disebut Iran sebagai “tidak sah”.

Selain tiga tanker di Selat Hormuz, IRGC juga mengklaim menyerang tiga kapal lain yang disebut memiliki afiliasi dengan AS di lokasi berbeda.

IRGC kemudian memperingatkan kapal-kapal yang berada di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz agar tidak mengikuti pergerakan yang dianggap mencurigakan.

“Angkatan Laut IRGC” juga meminta kapal-kapal menghindari penggunaan jalur yang disebut “tidak sah” saat melintasi Selat Hormuz, dengan peringatan bahwa kapal yang melanggar dapat menjadi sasaran.

Klaim tersebut muncul setelah sebelumnya kantor berita Iran IRIB melaporkan tiga kapal tanker minyak Iran diserang pasukan AS di lepas pantai selatan Iran pada hari yang sama.

Setelah insiden tersebut, Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, memperingatkan AS agar menghentikan serangan terhadap kapal-kapal Iran serta tindakan yang disebut Teheran sebagai blokade laut terhadap negaranya.

Zolfaghari mengatakan, apabila serangan dan gangguan terhadap kapal Iran terus berlanjut, Iran akan meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal militer AS di kawasan tersebut.

“Jika tindakan berniat buruk dan tindakan dalam menciptakan ketidakamanan serta gangguan terhadap kapal-kapal Iran, serta blokade laut anti-Iran terus berlanjut, serangan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap kapal-kapal militer AS di kawasan tersebut akan menjadi lebih parah daripada sebelumnya,” kata Zolfaghari dalam pernyataan yang dikutip media Iran.

Ia juga memperingatkan bahwa konflik tersebut berpotensi meluas apabila serangan terhadap kapal-kapal Iran terus dilakukan.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membatasi pelayaran melalui jalur strategis tersebut dan melarang kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan AS maupun Israel.

Di sisi lain, pasukan AS disebut memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang menuju atau meninggalkan sejumlah pelabuhan serta wilayah pesisir Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi distribusi minyak dan perdagangan global.

Hingga berita ini ditulis, klaim mengenai serangan terhadap enam kapal tersebut sebagaimana disampaikan pihak Iran belum dapat diverifikasi secara independen.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts