Terima Suap Rp500 Miliar, Mantan Gubernur Shanxi China Divonis Mati dan Dimiskinkan

Writer: - Rabu, 9 September 2026
Mantan Gubernur Provinsi Shanxi, China, Jin Xiangjun, divonis mati dengan masa percobaan dua tahun setelah terbukti menerima suap lebih dari 148 juta yuan atau sekitar Rp500 miliar. [Dok Vnexpress]

Shanxi, Sumselupdate.com – Mantan Gubernur Provinsi Shanxi, China, Jin Xiangjun, dijatuhi hukuman mati dengan masa percobaan dua tahun setelah terbukti menerima suap senilai lebih dari 148 juta yuan atau sekitar Rp500 miliar.

Vonis tersebut dijatuhkan Pengadilan Rakyat Menengah Xinyang, Provinsi Henan, dalam persidangan tingkat pertama pada Selasa (8/9/2026) waktu setempat.

Read More

Selain hukuman mati dengan masa percobaan, pengadilan juga mencabut hak politik Jin Xiangjun seumur hidup. Seluruh harta pribadinya turut disita untuk negara.

Dikutip dari VnExpress, pengadilan menyatakan Jin terbukti menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya selama lebih dari dua dekade.

Dalam kurun waktu 2004 hingga April 2025, Jin menggunakan pengaruhnya untuk membantu sejumlah perusahaan dan individu dalam berbagai urusan, mulai dari bisnis, proyek, hingga promosi jabatan.

Sebagai imbalannya, ia menerima uang maupun aset secara ilegal dengan total nilai lebih dari 148 juta yuan atau sekitar Rp500 miliar.

Pengadilan menilai jumlah suap tersebut berada dalam kategori sangat besar dan telah menimbulkan kerugian serius terhadap kepentingan negara dan masyarakat.

Meski dijatuhi hukuman mati, Jin Xiangjun tidak langsung dieksekusi. Hukuman tersebut diberikan dengan masa percobaan selama dua tahun.

Dalam sistem hukum China, hukuman mati dengan masa percobaan memberikan kesempatan kepada terpidana untuk menjalani masa penundaan eksekusi. Apabila selama dua tahun tersebut tidak melakukan pelanggaran baru, hukuman mati pada umumnya dapat diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Dalam menjatuhkan putusan, pengadilan juga mempertimbangkan sejumlah faktor yang meringankan hukuman Jin.

Salah satunya karena Jin mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan. Ia juga secara sukarela mengungkap sebagian besar fakta terkait penerimaan suap yang sebelumnya belum diketahui oleh penyidik.

Selain itu, sebagian uang dan aset yang berasal dari hasil kejahatan telah berhasil disita dan dipulihkan.

Sementara itu, harta hasil suap yang hingga kini belum ditemukan tetap akan ditelusuri. Pengadilan memastikan aset tersebut akan diserahkan kepada negara apabila berhasil ditemukan.

Persidangan kasus tersebut dihadiri lebih dari 20 orang, yang terdiri dari anggota parlemen, anggota lembaga konsultatif politik, serta masyarakat.

Jin Xiangjun yang kini berusia 62 tahun sebelumnya dikenal sebagai salah satu pejabat senior dengan pengalaman panjang di pemerintahan China.

Ia pernah menduduki sejumlah posisi penting, termasuk wali kota dan sekretaris Partai Komunis di Yulin serta Fangchenggang. Ia kemudian menjabat sebagai wakil wali kota Tianjin sebelum akhirnya dipercaya menjadi wakil sekretaris Partai Komunis sekaligus Gubernur Shanxi.

Kasus Jin Xiangjun menjadi bagian dari rangkaian penindakan terhadap pejabat senior di China dalam beberapa tahun terakhir.

Ia sebelumnya diberhentikan dari jabatannya setelah menjalani penyelidikan terkait dugaan pelanggaran disiplin dan hukum.

Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, China telah menjalankan kampanye pemberantasan korupsi berskala besar selama lebih dari satu dekade.

Kampanye tersebut menyasar pejabat di berbagai tingkatan pemerintahan, termasuk sejumlah pejabat tinggi pemerintahan dan militer.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts