Trump Digugat Media AS Gara-gara Jual Akses Lebih Awal Unggahan Truth Social hingga Rp1,78 Miliar per Bulan

Writer: - Sabtu, 15 Agustus 2026
Seorang trader bekerja di lantai perdagangan Bursa Efek New York di New York, Amerika Serikat, pada 31 Oktober 2024. (Xinhua/Michael Nagle)

New York City, Sumselupdate.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump digugat oleh dua organisasi media terkait layanan berbayar Truth Social yang memberikan akses lebih awal terhadap unggahannya.

Gugatan tersebut diajukan The Intercept dan organisasi nirlaba Freedom of the Press Foundation (FPF) pada Rabu (12/8/2026). Keduanya menilai layanan kontroversial bernama Truth API tersebut melanggar ketentuan dalam Konstitusi AS.

Read More

Para penggugat menuduh kebijakan itu melanggar hak berdasarkan Amendemen Pertama untuk mengakses komentar presiden dengan persyaratan yang setara dengan anggota pers dan masyarakat umum lainnya.

Selain itu, mereka menilai layanan tersebut bertentangan dengan Amendemen Kelima yang melarang penerapan syarat tidak wajar untuk memperoleh manfaat dari pemerintah.

Menurut penggugat, keterlambatan akses terhadap pernyataan Trump dapat mengganggu kemampuan mereka dalam menghasilkan maupun mendukung karya jurnalistik.

“Tindakan seorang presiden yang menjual akses prioritas ke berita yang dia hasilkan sendiri demi keuntungan perusahaan swasta yang dikendalikannya merupakan tindakan korup dan inkonstitusional yang sangat mencolok,” ujar Seth Stern, kepala advokasi FPF.

Penasihat umum The Intercept, David Bralow, juga mengecam kebijakan tersebut.

“Tidak ada yang lebih bertolak belakang dengan semangat pers yang bebas dan independen selain tindakan presiden yang memungut bayaran untuk akses lebih awal ke pengumuman publiknya,” katanya.

Truth API Beri Akses Detik Lebih Awal

Truth API merupakan layanan berbayar milik Trump Media and Technology Group (TMTG), perusahaan induk Truth Social.

Layanan tersebut memungkinkan pelanggan menerima unggahan dari sejumlah akun terkemuka di Truth Social beberapa detik sebelum unggahan itu tersedia bagi masyarakat umum.

Akses tersebut dinilai sangat bernilai bagi pelaku pasar karena unggahan Trump kerap berisi pengumuman terkait kebijakan pemerintah, tindakan militer, tarif, maupun isu lainnya yang dapat memengaruhi pasar keuangan.

Dalam konflik di Timur Tengah dan penerapan kembali kebijakan tarif AS, misalnya, pernyataan Trump di media sosial dapat memicu reaksi cepat di pasar saham, minyak, dan aset lainnya.

Sejumlah perusahaan investasi besar bahkan telah mengembangkan sistem otomatis untuk memantau Truth Social, mendeteksi kata kunci tertentu, kemudian melakukan transaksi dalam hitungan detik.

Laporan The Wall Street Journal yang mengutip para trader menyebut kecepatan tersebut dapat menjadi faktor penting dalam menentukan keuntungan atau kerugian.

Data perdagangan yang ditinjau The Wall Street Journal menunjukkan investor memperdagangkan lebih dari 2 juta saham hanya dalam satu menit setelah dua unggahan Trump mengenai Iran pada Juni.

Data dari DTN menunjukkan aktivitas perdagangan tersebut turut memicu fluktuasi lebih dari 2 persen pada hampir dua lusin saham sektor energi dan industri.

Tarif Truth API Capai Rp1,78 Miliar per Bulan

TMTG mematok biaya hingga 100.000 dolar AS per bulan untuk pelanggan yang ingin memperoleh akses awal terhadap unggahan dari 10 akun Truth Social terkemuka.

Dengan kurs yang tercantum dalam laporan, yakni 1 dolar AS setara Rp17.882, tarif tersebut setara sekitar Rp1,78 miliar per bulan.

Sementara pelanggan yang berlangganan selama tiga tahun dikenakan tarif 60.000 dolar AS per bulan atau sekitar Rp1,07 miliar.

Sepuluh akun yang ditawarkan melalui Truth API termasuk akun Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy Jr., Direktur FBI Kash Patel, serta akun Gedung Putih.

Trump menjadi akun dengan pengikut terbanyak di Truth Social, yakni sekitar 13 juta pengikut. Putra sulungnya, Donald Trump Jr., berada di posisi berikutnya dengan sekitar 7,5 juta pengikut.

Trump Disebut Punya Kepentingan Finansial

Kontroversi semakin besar karena Trump merupakan pemegang saham terbesar TMTG.

Menurut laporan BBC yang dikutip dalam materi gugatan, Trump memiliki sekitar 41,3 persen saham TMTG yang nilainya diperkirakan mencapai 950 juta dolar AS atau sekitar Rp16,98 triliun.

Kepemilikan tersebut berada melalui Donald J. Trump Revocable Trust. Donald Trump Jr. tercatat sebagai direktur TMTG sekaligus mengelola perwalian tersebut, sedangkan Trump disebut sebagai satu-satunya penerima manfaat.

TMTG sendiri merupakan perusahaan publik yang dilaporkan mengalami kerugian ratusan juta dolar AS setiap kuartal. Harga saham perusahaan juga disebut telah anjlok hingga di bawah 10 dolar AS, dari sekitar 62 dolar AS tidak lama setelah perusahaan tersebut melantai di bursa sekitar dua tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat layanan Truth API semakin menjadi sorotan karena memberikan potensi sumber pendapatan baru bagi perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki Trump.

Penggugat Soroti Risiko Manipulasi Pasar

The Intercept dan FPF menilai sistem tersebut berpotensi menciptakan ketidaksetaraan dalam memperoleh informasi yang dapat menggerakkan pasar.

Mereka berargumen, pihak yang memiliki kemampuan membayar akan memperoleh informasi sensitif lebih cepat dibandingkan masyarakat dan media lainnya.

“Skema ini sangat korup,” demikian pernyataan kedua organisasi tersebut dalam pengaduannya.

Mereka menilai Trump berpotensi memperoleh keuntungan finansial dengan memberikan akses lebih awal terhadap informasi pemerintah yang mampu menggerakkan pasar kepada pihak-pihak yang bersedia membayar perusahaan pribadinya.

Kekhawatiran tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat AS. Mereka mendesak agar Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) melakukan penyelidikan terhadap layanan tersebut.

Kontroversi Truth API juga muncul setelah sebelumnya lembaga pengawas etika mengkritik aktivitas Trump di Truth Social yang dinilai berpotensi menjadi sarana untuk memperoleh keuntungan dari jabatan kepresidenan.

Sorotan serupa sebelumnya muncul terkait berbagai aktivitas komersial Trump, termasuk bisnis yang berkaitan dengan mata uang kripto.

Menurut laporan Associated Press, laporan pengungkapan keuangan tahunan yang diserahkan Trump pada tahun ini menunjukkan dirinya memperoleh pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS sepanjang 2025 dari bisnis kripto baru yang berada di bawah regulasi pemerintahannya.

The Wall Street Journal melaporkan, sejumlah perusahaan perdagangan menjadi pelanggan awal Truth API. Lebih dari 10 pelanggan disebut telah mendaftar.

Bagi perusahaan perdagangan, perbedaan waktu akses yang sangat kecil sekalipun dapat memberikan keuntungan signifikan. Dalam perdagangan berkecepatan tinggi, kemampuan memperoleh informasi beberapa nanodetik lebih cepat dibandingkan pesaing dapat menentukan posisi transaksi dan potensi keuntungan.

Gugatan terhadap Trump dan layanan Truth API tersebut kini menambah daftar kontroversi yang mengiringi hubungan antara jabatan kepresidenan, bisnis pribadi, akses informasi publik, dan kepentingan pasar keuangan di Amerika Serikat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts