Kabut Asap Palembang Semakin Tebal, ISPU Tembus 309 dan Masuk Kategori Berbahaya

Writer: - Rabu, 30 September 2026
Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang, Selasa malam (29/9/2026) hingga pagi ini. Kualitas udara tercatat berada pada kategori berbahaya, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 309 µg/m³.

Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tebal menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, mulai Selasa malam (29/9/2026) hingga pagi ini.

Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan masih berfluktuasi. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup pada Selasa (29/9/2026) pukul 20.00 WIB, kualitas udara Kota Palembang tercatat masuk kategori berbahaya.

Read More

Dalam data tersebut, Palembang mencatat nilai ISPU dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 309 µg/m³, sedangkan PM10 berada pada angka 241 µg/m³.

Kondisi udara tersebut turut dirasakan masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan kabut asap yang semakin tebal dan mengganggu aktivitas pada malam hari.

Zaki (25), warga Palembang, mengaku kondisi udara yang dirasakannya pada Selasa malam cukup mengkhawatirkan.

Ia bahkan mengaku teringat dengan kondisi kabut asap yang pernah terjadi pada 2015-2016.

“Ngeri, sudah tebal sekarang. Ini mengulangi seperti saat saya SMA dulu tahun 2015-2016 lalu,” kata Zaki, Selasa (29/9/2026).

Menurut Zaki, persoalan kabut asap akibat karhutla perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

Ia juga berharap adanya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

“Harusnya pemerintah tegas terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan, termasuk menindak tegas pemilik lahan yang terbakar. Meski bukan mereka yang bakar, kalau lahannya ikut terbakar harus ikut bertanggung jawab,” ujarnya.

Kondisi kualitas udara yang masuk kategori berbahaya tersebut menunjukkan pentingnya masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Pemerintah dan instansi terkait juga diharapkan terus melakukan pemantauan kualitas udara serta penanganan sumber karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts