Yerusalem, Sumselupdate.com – Lebih dari 100 pemukim Israel dilaporkan melakukan kerusuhan di Desa Jalud, Tepi Barat yang diduduki, Senin (28/9) malam waktu setempat.
Militer Israel menyebut para pemukim membakar sejumlah properti milik warga Palestina serta menghalangi sebuah keluarga Palestina kembali ke rumah mereka setelah sebelumnya mengungsi akibat kekerasan yang dilakukan pemukim.
Kerusuhan terjadi ketika pasukan keamanan Israel berupaya memfasilitasi kepulangan keluarga Tubasi ke rumah mereka. Sebelumnya, beredar seruan melalui media sosial yang mengajak para pemukim datang ke Desa Jalud dan menentang kepulangan keluarga tersebut.
Menurut pernyataan militer Israel, para pemukim memblokir jalan, membakar ban, dan melemparkan batu ke arah pasukan keamanan. Tiga petugas polisi perbatasan dilaporkan mengalami luka ringan.
Rumah keluarga Tubasi, serta sejumlah bangunan, kendaraan, dan properti lainnya juga dilaporkan terbakar dalam insiden tersebut.
Militer Israel mengatakan telah menahan dua tersangka warga Israel terkait kerusuhan itu.
Keluarga Tubasi meninggalkan rumah mereka pada Juli 2026 setelah mengaku mengalami pelecehan dan kekerasan berulang dari para pemukim.
Mahkamah Agung Israel sebelumnya memerintahkan militer dan kepolisian untuk memfasilitasi kepulangan keluarga tersebut dengan aman sekaligus memberikan perlindungan. Namun, menurut militer Israel, kerusuhan pada Senin malam menghambat pelaksanaan operasi tersebut.
Sementara itu, kekerasan yang melibatkan pemukim Israel terhadap warga Palestina dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat lebih dari 1.380 insiden terkait pemukim selama tujuh bulan pertama 2026.
Pemantau PBB juga mendokumentasikan sejumlah insiden yang menurut laporan mereka melibatkan pasukan Israel, baik dalam bentuk pendampingan terhadap pemukim, dugaan keterlibatan dalam kekerasan, maupun kegagalan melakukan intervensi.
(**)







