Canberra, Sumselupdate.com – Tingkat pengangguran di Australia meningkat ke level tertinggi dalam hampir lima tahun pada Agustus 2026, berdasarkan data resmi yang dirilis Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS).
ABS mencatat tingkat pengangguran naik dari 4,5 persen pada Juli menjadi 4,6 persen pada Agustus. Angka tersebut merupakan tingkat pengangguran tertinggi di Australia sejak November 2021.
Kenaikan tersebut juga berada di atas perkiraan para ekonom yang sebelumnya memprediksi tingkat pengangguran akan bertahan di 4,5 persen pada Agustus.
Meski tingkat pengangguran meningkat, jumlah penduduk yang bekerja bertambah 39.500 orang sepanjang Juli hingga Agustus. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran juga meningkat sebanyak 28.200 orang.
Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja naik dari 66,9 persen pada Juli menjadi 67,1 persen pada Agustus. Angka tersebut merupakan tingkat partisipasi tertinggi sejak April 2025.
Data ketenagakerjaan tersebut dirilis menjelang pertemuan Dewan Kebijakan Moneter Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/9) dan Selasa (29/9).
Pertemuan tersebut akan membahas kebijakan suku bunga bank sentral Australia.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, RBA telah menaikkan target suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase sebanyak tiga kali. Namun, bank sentral mempertahankan suku bunga pada level 4,35 persen dalam dua pertemuan terakhir pada Juni dan Agustus.
Gubernur RBA Michele Bullock dalam pidatonya pada Selasa mengatakan tingkat pengangguran pada kisaran 4,5 hingga 5,0 persen dapat membantu “mendinginkan pasar tenaga kerja” sehingga tekanan inflasi dapat mereda.
Sementara itu, empat bank besar Australia memperkirakan RBA akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Selasa mendatang.
Perkembangan tingkat pengangguran dan kondisi pasar tenaga kerja menjadi salah satu indikator yang akan diperhatikan dalam menentukan arah kebijakan moneter Australia selanjutnya.
(**)







