Sydney, Sumselupdate.com – Para ilmuwan di Australia memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk menemukan enzim yang berpotensi mengurai plastik serta berbagai polutan berbahaya yang mencemari lingkungan.
Penelitian tersebut menggabungkan teknologi pembelajaran mesin dengan biokimia untuk menyaring jutaan enzim yang tersimpan dalam berbagai basis data biologis di dunia.
Melalui metode tersebut, para peneliti berupaya menemukan kandidat enzim yang memiliki kemampuan untuk mengurai sejumlah polutan berbahaya.
Dalam pernyataan terbarunya, Universitas Murdoch Australia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dapat mempercepat pencarian solusi biologis untuk menangani berbagai jenis pencemar lingkungan.
Joseph Boctor, kandidat PhD di Universitas Murdoch, mengatakan kunci untuk menemukan enzim yang tepat kemungkinan sudah tersimpan dalam data biologis yang tersedia saat ini.
Dalam tinjauannya yang diterbitkan di jurnal Nature Reviews: Earth & Environment, Boctor menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran mesin dapat menelusuri jutaan data biologis yang belum banyak dieksplorasi untuk mencari kandidat enzim yang sesuai dengan jenis polutan tertentu.
Menurutnya, sistem tersebut memanfaatkan informasi mengenai enzim yang telah diteliti dan diketahui karakteristiknya. Data itu kemudian digunakan untuk memprediksi bagaimana struktur suatu enzim dapat berinteraksi dengan polutan target dan membantu proses penguraiannya.
Boctor mengatakan metode tersebut berpotensi mempercepat penanganan polutan yang telanjur mencemari lingkungan, terutama ketika para ilmuwan juga terus mengembangkan material alternatif seperti bioplastik.
Ia menyoroti keberadaan polutan persisten, termasuk PFAS dan mikroplastik, yang dapat menimbulkan persoalan bagi lingkungan maupun kesehatan.
Menurutnya, tanah pertanian bahkan dilaporkan mengandung mikroplastik dalam jumlah sekitar 23 kali lebih banyak dibandingkan lautan.
Saat ini, tim di Bioplastics Innovation Hub di bawah Universitas Murdoch tengah memfokuskan penelitian pada pengujian, validasi, serta peningkatan skala produksi enzim yang telah berhasil diidentifikasi.
Program tersebut merupakan kolaborasi Universitas Murdoch dengan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), lembaga penelitian ilmiah nasional Australia.
Para peneliti berharap enzim-enzim tersebut nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung upaya bioremediasi atau pemulihan lingkungan yang telah tercemar.
(**)







