Canberra, Sumselupdate.com – Tingkat kepuasan hidup warga Australia turun ke level terendah sepanjang sejarah, berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Australian National University pada Senin (20/4/2026).
Survei ANUpoll edisi ke-29 mencatat rata-rata kepuasan hidup sebesar 6,22 dari skala 10, lebih rendah dibandingkan rekor sebelumnya sebesar 6,35 pada Maret 2025. Survei ini melibatkan 3.662 responden dari berbagai wilayah di Australia.
Angka tersebut juga menunjukkan penurunan sebesar 3,7 persen dibandingkan survei sebelumnya pada Desember 2025, menjadi penurunan terbesar sejak pandemi COVID-19.
Kepala Fakultas Politik dan Hubungan Internasional ANU, Nicholas Biddle, menyebut kondisi ini mencerminkan tekanan besar yang tengah dihadapi masyarakat Australia.
“Pada Maret 2026, Australia adalah negara yang berada di bawah tekanan yang cukup besar,” ujarnya dalam rilis resmi.
Untuk pertama kalinya sejak survei ini dilakukan pada 2019, mayoritas responden menyatakan tidak puas terhadap arah negara. Sebanyak 54 persen responden menyatakan ketidakpuasan, sementara 46 persen lainnya masih merasa puas dalam batas tertentu.
Selain itu, hampir 60 persen responden menilai kehidupan 50 tahun lalu lebih baik dibandingkan saat ini. Sebanyak 58,5 persen bahkan memperkirakan kondisi kehidupan akan semakin buruk dalam 50 tahun ke depan.
Survei ini dilakukan di tengah krisis pasokan minyak global yang dipicu konflik di Timur Tengah, yang berdampak pada lonjakan harga bahan bakar di Australia.
Dari sisi ekonomi, sebanyak 34,9 persen responden mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dengan penghasilan saat ini, angka tertinggi sepanjang sejarah survei.
Sementara itu, kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan juga meningkat. Responden yang berstatus pekerja memperkirakan peluang kehilangan pekerjaan mencapai 26,8 persen, naik signifikan dibandingkan 19,2 persen pada Januari 2025.
Biddle juga menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap otomatisasi semakin meningkat. Proporsi pekerja yang takut pekerjaannya digantikan mesin atau program komputer hampir dua kali lipat dibandingkan Maret 2018.
Hasil survei ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Australia, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun dampak dinamika global yang terus berkembang.
(**)











