Kerala, Sumselupdate.com – Hujan lebat yang terus mengguyur Negara Bagian Kerala, India selatan, menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan tujuh lainnya dilaporkan hilang akibat berbagai insiden terkait cuaca ekstrem.
Informasi tersebut disampaikan otoritas setempat pada Senin (3/8/2026). Pemerintah daerah kini mengintensifkan operasi penyelamatan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir.
Ketua Menteri Kerala, V D Satheesan, menyampaikan perkembangan situasi tersebut dalam konferensi pers setelah meninjau langsung wilayah terdampak bersama para pejabat tinggi pemerintah.
Berdasarkan data resmi hingga Senin pagi waktu setempat, sebanyak 11.018 warga yang mengungsi telah ditempatkan di 316 posko penampungan yang tersebar di berbagai wilayah Kerala.
Departemen Meteorologi India (India Meteorological Department/IMD) memperkirakan hujan lebat masih akan melanda Kerala pada 3 hingga 6 Agustus. Kondisi tersebut diperkirakan disertai angin kencang dengan kecepatan 40 hingga 50 kilometer per jam.
Pihak berwenang juga mengeluarkan peringatan kepada para nelayan agar tidak melaut di wilayah pesisir Kerala, Karnataka, dan Lakshadweep karena potensi angin mencapai 60 kilometer per jam serta gelombang laut yang berbahaya.
Selain itu, Pusat Layanan Informasi Kelautan Nasional India memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi setinggi 2,7 hingga 3,5 meter di sepanjang pesisir utara Kerala.
Masyarakat pesisir dan nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas di laut.
Hujan deras juga menyebabkan debit air sejumlah sungai di wilayah Ernakulam meningkat tajam. Kondisi tersebut memicu peringatan bagi warga yang tinggal di bantaran sungai maupun kawasan dataran rendah yang berisiko terendam banjir.
Sebagai langkah antisipasi, sejumlah pemerintah distrik di Kerala menetapkan libur bagi sekolah dan perguruan tinggi pada Senin.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak serta menjauhi sungai, aliran air, kawasan tambang, air terjun, dan lokasi yang tergenang banjir.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta mematuhi seluruh arahan otoritas setempat. Sementara itu, masyarakat di kawasan rentan juga disarankan tetap berada di dalam rumah kecuali dalam kondisi mendesak serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah distrik mengenai perkembangan cuaca dan potensi bencana.
(**)











