Sanna, Sumselupdate.com – Kelompok Houthi Yaman pada Minggu (4/10) mengklaim Arab Saudi melancarkan 106 serangan udara dan rudal ke sejumlah wilayah yang dikuasai kelompok tersebut dalam kurun waktu 24 jam.
Klaim itu disampaikan setelah pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengumumkan dimulainya kampanye militer baru untuk merebut kembali wilayah yang masih berada di bawah kendali Houthi.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, melalui platform media sosial X mengatakan serangan tersebut menyasar sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Sanaa serta Provinsi Al-Jawf dan Taiz.
Menurut Sarea, rangkaian serangan terbaru itu membuat total serangan udara dan rudal Arab Saudi selama eskalasi kali ini mencapai 1.516 kali.
Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Arab Saudi juga belum memberikan konfirmasi mengenai serangan yang disebutkan oleh kelompok Houthi.
Pernyataan Houthi tersebut disampaikan beberapa jam setelah pemerintah Yaman mengumumkan dimulainya apa yang mereka sebut sebagai “pertempuran pembebasan”.
Kampanye tersebut disebut menjadi fase baru dalam upaya pemerintah Yaman merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi.
Eskalasi terbaru berlangsung ketika konflik Yaman kembali memasuki salah satu periode paling intens dalam beberapa tahun terakhir. Pertempuran sengit dilaporkan meluas di wilayah barat daya negara tersebut, sementara serangan rudal, drone, dan udara kembali meningkatkan ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi.
Konflik Yaman bermula pada akhir 2014 ketika kelompok Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman bagian utara.
Perkembangan tersebut kemudian mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
(**)







