Rusia Ancam Jadikan Pasukan Asing di Ukraina Target Sah, Peringatkan Eskalasi Konflik

Writer: - Senin, 9 November 2026
Foto yang diabadikan pada 8 September 2026 ini memperlihatkan suasana setelah serangan Rusia di Kiev, Ukraina. (Xinhua/ Peter Druk)

Moskow, Sumselupdate.com – Rusia memperingatkan akan menganggap setiap unit militer asing yang dikerahkan di Ukraina sebagai target yang sah. Moskow menilai pengerahan pasukan multinasional tersebut berpotensi meningkatkan eskalasi perang yang masih berlangsung.

Ancaman itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia Maria Zakharova pada Sabtu (7/11/2026).

Read More

Pernyataan tersebut disampaikan Zakharova saat mengomentari latihan militer bertajuk “Koalicja 26.2” yang melibatkan pasukan multinasional dan dijadwalkan berlangsung di Ukraina pada 9–22 November 2026.

Zakharova menuduh negara-negara Barat mengabaikan kekhawatiran Rusia terkait keamanan dan justru mengambil langkah yang dinilai dapat memperburuk ketegangan.

Menurutnya, Inggris dan Prancis berupaya mempertahankan pengaruhnya di Ukraina melalui pengerahan pasukan multinasional untuk menghadapi Rusia dan mengalahkan negara tersebut secara militer.

“Kami tegaskan sekali lagi bahwa pengerahan kontingen militer asing di Ukraina sama sekali tidak dapat diterima, baik di bawah naungan apa yang disebut sebagai ‘Koalisi Sukarela’ (Coalition of the Willing) maupun kelompok lainnya,” ujar Zakharova.

Dia menegaskan, intervensi militer semacam itu akan menciptakan ancaman keamanan tambahan bagi Rusia.

Zakharova juga memperingatkan bahwa rencana pengerahan pasukan tersebut hanya akan memperdalam keterlibatan negara-negara Eropa anggota NATO dalam konflik Rusia-Ukraina.

Di sisi lain, dia menegaskan Moskow tetap akan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam apa yang disebut Rusia sebagai operasi militer khusus di Ukraina.

Zakharova turut menyoroti waktu pelaksanaan latihan militer tersebut yang berdekatan dengan rencana dimulainya kembali perundingan antara Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Ukraina di Abu Dhabi.

Menurutnya, situasi tersebut menunjukkan negara-negara Eropa tidak memiliki tempat dalam meja perundingan.

Sementara itu, Kemenlu Rusia menyebut pembentukan pasukan multinasional di Ukraina pertama kali diumumkan setelah pertemuan kelompok “Koalisi Sukarela” di Kiev pada 24 Agustus 2026.

Pernyataan Moskow tersebut menambah ketegangan diplomatik terkait kemungkinan kehadiran pasukan asing di Ukraina di tengah upaya melanjutkan jalur perundingan untuk menyelesaikan konflik.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts