Iran Siapkan Target Baru untuk Hadapi AS, IRGC Tegaskan Tak Ada Batas Wilayah Perang

Writer: - Selasa, 3 November 2026
Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini memperlihatkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman bagian utara. (Xinhua/Wen Xinnian)

Teheran, Sumselupdate.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah menyiapkan medan pertempuran yang lebih luas untuk menghadapi potensi ancaman militer AS.

Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebbi, mengatakan pasukan Iran kini berada dalam kondisi lebih siap dibandingkan sebelumnya untuk memberikan respons tegas terhadap setiap ancaman musuh.

Read More

Pernyataan tersebut disampaikan Mohebbi dalam sebuah konferensi di Provinsi Kerman, Iran tenggara, pada Minggu (1/11). Hal itu dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim.

Mohebbi menegaskan, kesiapan militer Iran tidak hanya diarahkan untuk menghadapi ancaman di wilayah yang selama ini menjadi titik konflik. IRGC juga mulai memasukkan identifikasi target baru dan perencanaan operasi di kawasan geografis lain ke dalam agenda militernya.

Dia turut merujuk pada instruksi terbaru Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kepada para komandan senior militer.

Menurut Mohebbi, arahan tersebut menjadi momentum yang membuka babak baru dalam perang. Dia juga menyoroti pesan Khamenei bahwa tidak ada batasan geografis dalam menghadapi konflik dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya, pada Sabtu (31/10), sebuah pernyataan resmi mengungkapkan bahwa Khamenei telah memerintahkan para komandan senior angkatan bersenjata Iran untuk memastikan setiap bentuk dan tingkat ancaman dari musuh direspons secara cepat dan efektif, tanpa dibatasi wilayah geografis.

Peringatan Iran tersebut muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kemungkinan tindakan militer Amerika Serikat terhadap Teheran.

Mengutip laporan The Wall Street Journal (WSJ), Presiden AS Donald Trump pada Kamis (29/10) telah menerima pemaparan dari sejumlah pejabat tinggi militer mengenai berbagai opsi tindakan terhadap Iran.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa AS telah meminta sejumlah negara di kawasan Teluk untuk bersiap menghadapi kemungkinan kampanye militer singkat tetapi intensif terhadap Iran setelah pemilu sela Amerika Serikat.

Ketegangan kedua negara semakin menjadi perhatian internasional setelah Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lainnya di Iran pada 28 Februari.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar wilayah Israel serta pangkalan dan aset militer AS di kawasan tersebut.

Selain itu, Iran juga memperketat kendalinya atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah, terutama jika ancaman serangan militer antara Iran dan AS benar-benar berujung pada konfrontasi terbuka.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts