Kairo, Sumselupdate.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyebut adanya peluang untuk mencapai kesepahaman guna menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz sekaligus menyelesaikan persoalan program nuklir Iran melalui jalur damai.
Pernyataan tersebut disampaikan Guterres saat bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di Kairo, Senin (26/10/2026).
Mengutip Xinhua, Selasa (27/10/2026), pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, persoalan Palestina, hingga reformasi sistem PBB.
Guterres menilai, peluang untuk mencapai kesepahaman terkait Selat Hormuz dan program nuklir Iran perlu dimanfaatkan guna mendorong penyelesaian persoalan melalui diplomasi.
Kebebasan navigasi di Selat Hormuz menjadi perhatian penting mengingat jalur perairan tersebut merupakan salah satu rute strategis bagi perdagangan dan distribusi energi dunia.
Selain membahas ketegangan di kawasan Teluk, Guterres menegaskan bahwa perdamaian yang langgeng di Timur Tengah tidak dapat terwujud tanpa penyelesaian yang adil terhadap persoalan Palestina.
Menurutnya, isu Palestina akan tetap menjadi persoalan utama di kawasan tersebut hingga tercapai penyelesaian akhir.
Guterres juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas perkembangan situasi di Tepi Barat. Ia menyerukan langkah-langkah untuk menghentikan pelanggaran terhadap warga Palestina.
Dia turut mendesak komunitas internasional agar memenuhi tanggung jawabnya dalam melindungi warga Palestina, baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Guterres dan al-Sisi juga menegaskan pentingnya melanjutkan reformasi PBB, termasuk Dewan Keamanan.
Reformasi itu dinilai perlu diarahkan untuk meningkatkan keterwakilan dan keadilan dalam sistem internasional, sekaligus memperkuat kemampuan PBB dalam merespons berbagai tantangan dan krisis global secara efektif.
Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya diplomasi dan kerja sama internasional dalam menghadapi ketegangan geopolitik, menjaga stabilitas kawasan, serta mendorong penyelesaian konflik secara damai.
(**)







