Kabul, Sumselupdate.com – Sebanyak 4,9 juta pengungsi Afghanistan kembali ke negara asal mereka sepanjang 2023 hingga 2025. Gelombang kepulangan tersebut menambah tekanan terhadap lapangan kerja, layanan dasar, dan infrastruktur yang sudah terbatas.
Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mengungkapkan kondisi tersebut dalam laporannya pada Selasa (27/10/2026).
Menurut UNDP, kepulangan dalam jumlah besar meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap sumber daya yang tersedia. Untuk merespons situasi tersebut, UNDP tengah menyiapkan paket bantuan yang menyasar komunitas tuan rumah di sejumlah provinsi.
Bantuan itu akan memprioritaskan dukungan mata pencaharian dan perluasan akses terhadap layanan dasar bagi masyarakat yang terdampak.
Sementara itu, otoritas Afghanistan menyatakan seluruh warga yang kembali telah menerima bantuan kemanusiaan esensial. Bantuan tersebut meliputi jatah pangan, air bersih, layanan medis, serta transportasi gratis menuju provinsi asal masing-masing.
Untuk mendukung proses reintegrasi dalam jangka panjang, pemerintah Afghanistan juga telah mengalokasikan hampir 70.000 bidang tanah di berbagai wilayah negara tersebut bagi keluarga yang kembali.
Besarnya jumlah kepulangan pengungsi menjadi tantangan bagi Afghanistan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperluas kesempatan ekonomi dan mendukung proses reintegrasi mereka.
(**)







