Kairo, Sumselupdate.com – Bulan Sabit Merah Mesir (Egyptian Red Crescent/ERC) telah mengirimkan lebih dari 280 truk bantuan berisi tepung dan paket bahan pangan pokok ke Jalur Gaza hingga Minggu (25/10/2026). Bantuan tersebut ditujukan untuk mengatasi kelangkaan roti yang parah di wilayah Palestina itu.
Dikutip dari Xinhua, Senin (26/10/2026), lebih dari 90 truk diberangkatkan pada Minggu, menyusul lebih dari 190 truk yang telah dikirim sepanjang pekan sebelumnya.
Menurut ERC, bantuan tersebut akan diserahkan kepada Komite Bantuan Mesir untuk Rakyat Gaza di Gaza. Selanjutnya, bantuan didistribusikan ke toko-toko roti yang mengalami gangguan operasional akibat krisis pasokan.
Selain bantuan pangan, ERC juga mengirimkan konvoi kemanusiaan ke Gaza pada Minggu dini hari dengan membawa lebih dari 3.676 ton pasokan bantuan.
Bantuan tersebut mencakup tepung, paket bahan kebutuhan pokok, berbagai barang bantuan kemanusiaan, obat-obatan, serta bahan bakar untuk rumah sakit, toko roti, dan fasilitas penting lainnya.
ERC menyebut konvoi tersebut merupakan pengiriman ke-302 dari Mesir ke Gaza sejak lembaga itu meluncurkan inisiatif bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina pada akhir Juli 2025.
Sejak krisis kemanusiaan di Gaza berlangsung, ERC mengaku telah membantu menyalurkan lebih dari 1 juta ton bantuan kemanusiaan dengan melibatkan lebih dari 75.000 sukarelawan.
Ribuan Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata
Di tengah upaya penyaluran bantuan, korban jiwa akibat konflik di Jalur Gaza masih terus bertambah.
Otoritas kesehatan Gaza dalam laporan harian pada Minggu menyatakan empat orang tewas dan 14 lainnya terluka dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Dengan tambahan tersebut, jumlah korban sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Oktober 2025 tercatat mencapai 1.551 orang tewas dan 5.573 orang luka-luka.
Sementara itu, secara keseluruhan, jumlah warga Palestina yang tewas sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 74.544 orang. Sebanyak 175.692 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, menurut data otoritas kesehatan Gaza.
Pengiriman bantuan pangan dari Mesir menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Gaza, terutama di tengah kelangkaan roti dan terganggunya operasional sejumlah fasilitas penting.
(**)







