Protes Biaya Hidup dan Belanja Militer Meluas di Italia, Bentrokan Pecah di 3 Kota

Writer: - Senin, 26 Oktober 2026
Para demonstran terlihat dalam aksi unjuk rasa antiperang di Roma, Italia, pada 24 Oktober 2026. (Xinhua/Wang Kaiyan)

Roma, Sumselupdate.com – Aksi demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup, ekspansi militer, dan peningkatan belanja persenjataan melanda sejumlah kota di Italia pada Sabtu (24/10/2026). Bentrokan antara demonstran dan polisi dilaporkan terjadi di Roma, Bologna, dan Turin.

Di Bologna, bentrokan pecah antara demonstran dan polisi pada Sabtu malam waktu setempat. Harian Italia Corriere della Sera melaporkan layanan medis darurat menerima 17 panggilan permintaan bantuan. Enam orang kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Read More

Sementara itu, di Roma, demonstrasi antiperang dimulai dari Piazza della Repubblica pada Sabtu sore. Menurut kantor berita ANSA, bentrokan terjadi di pusat kota pada malam harinya.

Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa di tengah meningkatnya ketegangan.

Di Turin, demonstrasi yang terutama menyoroti kenaikan belanja militer dan harga bahan bakar juga berujung bentrokan. Sejumlah demonstran dilaporkan melemparkan kembang api dan botol ke arah petugas, yang kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata.

Italia Tambah Personel Polisi

Pengerahan tambahan personel kepolisian dilakukan setelah demonstrasi yang berujung kerusuhan dan penjarahan terjadi pada akhir pekan sebelumnya, terutama di Milan.

Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi memerintahkan penambahan personel polisi di berbagai wilayah. Penguatan pengamanan terutama difokuskan pada kota-kota besar yang diperkirakan menjadi lokasi demonstrasi dengan jumlah peserta terbesar.

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah meluasnya aksi protes.

Meloni Kecam Kekerasan

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam aksi kekerasan yang terjadi dalam rangkaian demonstrasi tersebut melalui unggahan di media sosial pada Sabtu malam.

Meloni menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas, baik bagi warga yang menyampaikan aspirasi secara damai maupun masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Keselamatan semua orang harus dijamin: mereka yang ingin berunjuk rasa secara damai, mereka yang bekerja, dan mereka yang ingin menjalani kehidupan di kota mereka tanpa rasa takut,” katanya.

Ia juga memperingatkan agar aksi demonstrasi tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memicu kerusuhan.

“Kita tidak boleh memberi ruang bagi mereka yang hanya menginginkan konfrontasi dan kekerasan,” ujar Meloni.

Rangkaian demonstrasi tersebut berlangsung di tengah sorotan terhadap kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, serta kebijakan peningkatan anggaran militer Italia.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts