Jakarta, Sumselupdate.com – Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) berencana menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka akan menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Perwakilan Komite Sadar, Namoradiarta Siahaan, mengatakan aksi tersebut merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang digelar pada Selasa (20/10/2026).
Menurut Namora, aksi kali ini membawa pesan yang sama, yakni mendesak negara bertanggung jawab terhadap kepentingan rakyat dan menegaskan bahwa masyarakat bukan sekadar objek dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Suara rakyat harus menentukan arah pembangunan, mengawasi penggunaan anggaran, mempertahankan ruang hidup, serta menyampaikan kritik tanpa ketakutan,” kata Namora kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Ia menegaskan, pemerintahan Prabowo-Gibran harus mempertanggungjawabkan janji politik yang tertuang dalam Asta Cita. Namun, menurutnya, tanggung jawab pemerintah tidak cukup hanya diwujudkan melalui janji politik.
Namora juga mengingatkan bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 telah menetapkan tujuan negara, antara lain melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Atas dasar itu, Komite Sadar mendesak pemerintah memenuhi apa yang mereka sebut sebagai Lima Perintah Rakyat. Lima tuntutan tersebut akan disuarakan dalam demonstrasi di Bundaran HI.
Berikut lima tuntutan Komite Sadar:
- Menetapkan status bencana nasional, mengadili korporasi yang dinilai bertanggung jawab, serta menuntaskan integrasi tata kelola lahan.
- Mewujudkan APBN yang berpihak pada kepentingan rakyat dan menghentikan pemborosan anggaran untuk kepentingan politik melalui program yang mereka nilai populis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
- Menurunkan biaya pendidikan dan menjamin pemerataan akses terhadap layanan dasar.
- Menghentikan penggunaan hukum untuk penyalahgunaan kekuasaan serta memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
- Memulihkan kebebasan berpendapat, mengadili pelanggar hak asasi manusia (HAM), dan menghentikan militerisasi di ruang sipil.
Komite Sadar merupakan aliansi mahasiswa yang terdiri dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Sejumlah organisasi yang disebut tergabung dalam aliansi tersebut antara lain BEM Universitas Indonesia (UI), Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), SEMA Universitas Gadjah Mada (UGM), BEM Universitas Diponegoro (Undip), EM Universitas Brawijaya (UB), BEM KM Universitas Negeri Semarang (Unnes), BEM Universitas Airlangga (Unair), serta Aliansi BEM Se-Universitas Padjadjaran (Unpad).
(**)







