DJKI Gelar Forum Bisnis Paten 2026, Inovasi Anak Bangsa Didorong Masuk Pasar Industri

Writer: - Senin, 2 November 2026
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menggelar Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC), 3–5 November 2026, untuk mempertemukan inventor, investor, dan pelaku industri dalam mendorong komersialisasi inovasi serta teknologi hasil riset dalam negeri. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Berbagai hasil riset dan invensi anak bangsa didorong agar tidak hanya berhenti sebagai inovasi, tetapi mampu dikembangkan menjadi produk dan teknologi bernilai ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum melalui penyelenggaraan Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 pada 3–5 November 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta.

Read More

Forum ini menjadi wadah pertemuan inventor, pemilik paten, investor, dan pelaku industri untuk menjajaki peluang kerja sama serta mendorong komersialisasi teknologi hasil riset dalam negeri.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, mengatakan paten memiliki nilai strategis apabila teknologi yang dilindungi dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan pasar dan menghasilkan nilai ekonomi.

Menurutnya, FBPI 2026 dirancang untuk mempertemukan pemilik invensi dengan dunia usaha sehingga berbagai inovasi dalam negeri memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan dan dikembangkan secara komersial.

“Paten tidak cukup hanya memperoleh pelindungan hukum, tetapi juga perlu dimanfaatkan agar memberikan nilai tambah. Melalui Forum Bisnis Paten Indonesia, kami ingin mempertemukan inventor dengan industri dan investor sehingga inovasi dalam negeri memiliki kesempatan lebih besar untuk dikembangkan dan dikomersialisasikan,” ujar Hermansyah dalam wawancara di Gedung DJKI, Senin (2/11/2026).

FBPI 2026 menghadirkan sejumlah agenda yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor industri. Pada hari pertama, kegiatan Patent Townhall Pitching mengangkat tema teknologi kendaraan listrik dan rekayasa dengan melibatkan PT PGAS Solution, PT Marlip Indo Mandiri, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas.

Agenda dilanjutkan dengan pembahasan teknologi hijau dan Internet of Things (IoT) bersama PT Surya Energi Indotama, PT Elnusa Tbk, PT Telkomsel, dan PT WIR Asia Tbk.

Memasuki hari kedua, forum akan membahas inovasi di bidang kosmetik dan kesehatan bersama PT Paragon Technology and Innovation, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, serta PT Naturindo Fresh.

Pada hari yang sama, peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai pembiayaan dan penilaian kekayaan intelektual melalui sesi IP Financing and IP Valuating.

Sesi tersebut menghadirkan perwakilan Dewan Pertimbangan Presiden, Kementerian Ekonomi Kreatif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), ASLINDO, serta pemegang paten Poltak Sitinjak dari PT Asiana Technologies Lestary.

Forum ini juga menghadirkan perspektif internasional melalui pembicara dari MONDRAGON Corporation, Intellectual Property Office of Singapore (IPOS), World Intellectual Property Organization (WIPO), dan IPChain Association.

Pembahasan mencakup pengembangan ekosistem inovasi, komersialisasi paten, hingga pemanfaatan platform pasar kekayaan intelektual berbasis blockchain dan kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, pada hari ketiga, Patent Townhall Pitching akan mengangkat sektor pangan dan agroindustri dengan melibatkan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), serta PT Dua Kelinci.

Rangkaian kegiatan juga diisi diskusi mengenai insentif penelitian dan pengembangan, hilirisasi inovasi berbasis paten, serta pemanfaatan paten untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejumlah narasumber dari Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian UMKM dijadwalkan membahas dukungan kebijakan terhadap pengembangan inovasi dan pemanfaatan paten.

Selain itu, sesi Success Stories of Technology Commercialization akan menghadirkan PT Pertamina Hulu Energi, PT Pura Barutama, LPA2I IPB University, serta Prof. Dr. Ir. Subagjo, DEA, inventor Katalis Merah Putih.

Melalui forum ini, investor dan pelaku industri berkesempatan mengenali teknologi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, berdialog langsung dengan inventor, serta menjajaki kerja sama berupa lisensi paten, pengembangan teknologi, kemitraan komersial, hingga investasi.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bangka Belitung, Kaswo, menyambut positif penyelenggaraan FBPI 2026. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan hasil inovasi dan invensi dengan kebutuhan nyata dunia industri.

Ia menegaskan, paten tidak seharusnya berhenti sebatas sertifikat pelindungan hukum, tetapi harus mampu dikembangkan menjadi produk, teknologi, dan solusi yang memiliki nilai ekonomi serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap melalui forum ini terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara inventor, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan dunia industri sehingga inovasi dalam negeri semakin kompetitif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Kaswo.

Melalui FBPI 2026, DJKI berharap semakin banyak invensi dalam negeri yang memperoleh peluang untuk dikembangkan dan dikomersialisasikan. Sinergi antara inventor, investor, perguruan tinggi, dan industri diharapkan mampu mempercepat hilirisasi inovasi sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Investor, pelaku industri, dan pengusaha yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai forum dan rangkaian kegiatannya dapat mengakses laman resmi forumbisnispaten.dgip.go.id.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts