Sanaa, Sumselupdate.com – Pertempuran di Yaman kembali meningkat setelah pasukan pemerintah mengklaim melancarkan 749 serangan terhadap kelompok Houthi dalam 24 jam. Di sisi lain, kelompok Houthi melaporkan gelombang serangan udara dan rudal Arab Saudi yang disebut menyasar ibu kota Sanaa dan delapan provinsi lainnya.
Berdasarkan laporan Xinhua, Kamis (29/10/2026), pertempuran dan serangan terjadi di sejumlah front di Yaman pada Rabu (28/10/2026), menandai meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta didukung koalisi pimpinan Arab Saudi.
Juru bicara pasukan pemerintah Yaman, Majid al-Nuzaili, mengatakan melalui pernyataan di platform X bahwa pasukannya melancarkan 749 serangan terhadap pusat komando, benteng pertahanan, kendaraan, dan jalur pasokan kelompok Houthi selama 24 jam terakhir.
Menurut klaim Al-Nuzaili, operasi tersebut melumpuhkan 239 petempur Houthi serta menghancurkan atau merusak 117 kendaraan militer dan peralatan tempur.
Ia juga menyebut pasukan pemerintah terus memperkuat kendali di Provinsi Taiz, wilayah barat daya Yaman. Operasi militer, kata dia, masih berlangsung di sejumlah provinsi lainnya.
Houthi Klaim Saudi Lancarkan 101 Serangan
Di tengah operasi pasukan pemerintah, juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menyatakan bahwa pasukan Arab Saudi melancarkan 101 serangan udara dan rudal dalam kurun waktu 24 jam.
Serangan tersebut, menurut Sarea, menyasar Sanaa yang berada di bawah kendali Houthi serta delapan provinsi lainnya.
Ia mengklaim puluhan orang tewas atau terluka akibat serangan itu, termasuk perempuan dan anak-anak. Namun, klaim mengenai jumlah serangan, korban, serta kerusakan yang disampaikan kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen.
Konflik Yaman Kembali Memanas
Eskalasi terbaru berlangsung ketika ketegangan antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus meningkat. Pemerintah tersebut mendapat dukungan dari koalisi pimpinan Arab Saudi.
Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Houthi juga dilaporkan melancarkan serangan berulang hingga jauh ke wilayah Arab Saudi.
Konflik Yaman telah berlangsung sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara. Perkembangan tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman.
Hingga kini, konflik berkepanjangan tersebut terus memicu ketidakstabilan keamanan di Yaman dan kawasan sekitarnya.
(**)







