Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 64 Orang, Kronologi Terungkap

Writer: - Kamis, 29 Oktober 2026
Foto: 2 kereta cepat Spanyol tabrakan (REUTERS/Violeta Santos Moura)

Jakarta, Sumselupdate.com – Tabrakan dua kereta cepat di Spanyol menewaskan sedikitnya 64 orang dan menyebabkan lebih dari 100 orang lainnya terluka. Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengungkap kronologi kecelakaan maut tersebut yang dinilainya sulit dipahami.

Dilansir CNN, Rabu (28/10/2026), Puente menduga kecelakaan itu berkaitan dengan keputusan pusat kendali lalu lintas kereta yang mengizinkan kereta cepat Renfe kembali melaju setelah terjadi gangguan pada sistem persinyalan.

Read More

Menurut Puente, gangguan komputer pada sistem persinyalan utama LZB awalnya membuat seluruh kereta di area tersebut berhenti secara otomatis. Dua kereta yang kemudian terlibat kecelakaan, yakni Renfe dan Iryo, termasuk yang terdampak gangguan tersebut.

Setelah sistem utama mengalami gangguan, sistem kendali milik Adif, pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, mengambil alih pengaturan perjalanan kereta.

Namun, pusat kendali kemudian mengizinkan kereta Renfe melanjutkan perjalanan meski sinyal merah masih aktif. Pada saat bersamaan, kereta Iryo yang bergerak dari arah berlawanan dilaporkan masih berhenti di jalur sekitar 25 kilometer di depan kereta Renfe.

Puente mengatakan kereta Renfe diizinkan melaju tanpa pembatasan kecepatan. Dalam rentang waktu pukul 08.36 hingga 08.52 waktu setempat, kereta tersebut menempuh jarak sekitar 25 kilometer dengan kecepatan mencapai 200 kilometer per jam.

Kereta Renfe kemudian menabrak kereta Iryo yang masih berhenti di jalur tersebut. Insiden itu menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Puente mengaku heran dengan keputusan pusat kendali yang mengizinkan kereta Renfe kembali melaju ketika kereta lain masih berada di jalur yang sama.

“Sungguh tidak masuk akal,” ujar Puente.

Ia juga menyebut keputusan untuk mengizinkan kereta Renfe melanjutkan perjalanan dalam kondisi tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat dijelaskan.

Meski demikian, dugaan mengenai penyebab kecelakaan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut melalui penyelidikan resmi untuk memastikan rangkaian kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.

Korban Tewas Diperkirakan Bertambah

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, menyampaikan jumlah korban meninggal dunia berdasarkan laporan terakhir mencapai 64 orang.

Ia memperingatkan jumlah korban tewas berpotensi bertambah seiring proses penanganan dan pendataan di lokasi kecelakaan.

“Kami mencatat sekitar 64 (korban tewas), namun jumlah ini kemungkinan besar akan terus bertambah,” kata Garcia-Page kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (28/10/2026).

Juru bicara pemerintah Castilla-La Mancha juga mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 100 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 58 orang dilaporkan telah dibawa ke rumah sakit. Sebanyak 15 orang di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Besarnya jumlah korban membuat kecelakaan dua kereta cepat tersebut menjadi perhatian serius pemerintah Spanyol. Penyelidikan diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan, termasuk peran gangguan persinyalan dan keputusan pusat kendali dalam mengatur perjalanan kedua kereta.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts