Kabut Asap Palembang Makin Parah, IQAir Tembus 1.010 Dini Hari dan Masuk Level Berbahaya

Writer: - Rabu, 30 September 2026
Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Minggu (27/9/2026) siang. Kualitas udara di sejumlah titik berada pada kategori sangat tidak sehat. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, semakin mengkhawatirkan pada Rabu (30/9/2026) dini hari hingga pagi.

Kondisi udara di sejumlah titik pemantauan menunjukkan peningkatan polusi yang cukup tajam. Warga pun mulai mengeluhkan pekatnya asap dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

Read More

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup pada Selasa (29/9/2026) pukul 00.00 WIB, kualitas udara Kota Palembang tercatat berada dalam kategori Berbahaya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan aplikasi IQAir yang dilakukan pada Rabu (30/9/2026), sejumlah titik di Palembang juga menunjukkan angka yang sangat tinggi.

Pada sekitar pukul 00.00 WIB, empat wilayah pemantauan tercatat berada pada level berbahaya, yakni Sukarami dengan angka 533, Musi 2 Palembang 772, Demang 645, dan GP PLM 914.

Kondisi tersebut dilaporkan semakin memburuk menjelang pagi.

Pantauan sekitar pukul 04.00 WIB menunjukkan angka Sukarami mencapai 832, Demang 922, Musi 2 Palembang sekitar 1.010 dan GP PLM 910.

Memasuki pukul 05.00 WIB, angka di sejumlah titik masih sangat tinggi. Sukarami tercatat 858, Musi 2 Palembang 1.010, Demang 965 dan GP PLM 910.

Angka tersebut merupakan hasil pemantauan aplikasi IQAir dan dapat berubah sesuai kondisi udara serta pembaruan data pada masing-masing stasiun.

Pada saat yang sama, kabut asap terlihat semakin pekat di sejumlah kawasan Palembang. Kondisi ini membuat warga khawatir, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar rumah pada pagi hari.

Keluhan juga datang dari warga yang memiliki gangguan pernapasan.

“Ya Allah, sesak nian napas tiap ngirup udara yang penuh asap ini. Aku punya asma, air purifier pun tidak kuat menampung karena saking tebal asap Palembang ini. Dan dari pemerintah pun tidak ada tindakan apa pun,” keluh seorang warga melalui media sosial.

Pemadam Disebut Kesulitan Padamkan Karhutla

Persoalan lain muncul dalam penanganan kebakaran lahan di wilayah Palembang. Gunawan Satria menyoroti keterbatasan sarana dan peralatan yang dimiliki petugas pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran lahan dalam area yang luas.

Menurutnya, keterbatasan unit kendaraan dan panjang selang menjadi kendala ketika petugas harus menjangkau titik api yang berada cukup jauh.

“Pemadam kebakaran Kota Palembang sangat kesulitan melakukan pemadaman lahan. Unit kurang, selang terkadang tidak sampai karena terbatas. Yang banyak malah personel,” ujar Gunawan.

Ia menilai penambahan personel perlu diimbangi dengan dukungan kendaraan dan peralatan pemadaman yang memadai.

“Lahan berhektare-hektare, selang tidak cukup. Perlu juga bantuan helikopter,” katanya.

Gunawan juga meminta pemerintah melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan unit dan peralatan pemadam kebakaran.

Sekolah Diminta Waspadai Kondisi Udara

Memburuknya kualitas udara Palembang juga menjadi perhatian terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sekolah yang masih menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) diharapkan mempertimbangkan kondisi kualitas udara sebelum melaksanakan kegiatan di luar ruangan.

Opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat menjadi pertimbangan apabila kondisi udara berada pada level yang membahayakan, namun penerapannya perlu mengikuti kebijakan dan arahan resmi pemerintah daerah maupun dinas pendidikan.

Kondisi kabut asap ini juga menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan memperhatikan informasi kualitas udara dan menggunakan perlindungan yang sesuai.

Sementara itu, penanganan sumber kebakaran hutan dan lahan serta pemantauan kualitas udara masih menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah dan instansi terkait di tengah memburuknya kondisi udara Palembang.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts