Sidang Dugaan Suap Fee 16 Paket Proyek di Muaraenim Ditunda, Kenapa?

Suasana sidang yang dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Tipikor Palembang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, ditunda setelah Ketua Majelis Hakim Erma Suharti, SH, MH berhalangan hadir, Selasa (17/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tentang perkara dugaan korupsi suap fee 16 paket proyek di Kabupaten Muaraenim yang menyeret dua terdakwa, yakni Ketua DPRD Muaraenim nonaktif Aries HB dan mantan Plt Kepala Dinas PUPR Muaraenim, Ramlan Suryadi, akhirnya ditunda.

Ditundanya sidang yang dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Tipikor Palembang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, dikarenakan Ketua Majelis Hakim Erma Suharti, SH, MH berhalangan hadir, Selasa (17/11/2020).

Bacaan Lainnya

“Dikarenakan Ketua Majelis Erma Suharti berhalangan hadir, kami mohon maaf seyogianya agenda sidang hari ini masih pemeriksaan saksi ditunda hingga Selasa pekan depan,” kata hakim anggota Abu Hanifah, SH, MH sebelum menutup sidang di hadapan ke enam saksi yang telah hadir di ruangan sidang.

Adapun agenda sidang hari ini rencananya mendengarkan keterangan saksi lanjutan sebanyak enam orang saksi anggota DPRD Kabupaten Muaraenim yang dihadirkan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI dikomandoi Muhammad Asri, SH, MH.

Enam saksi yang dihadirkan itu sebagaimana sering disebut dan terdapat di dalam dakwaan JPU KPK RI yakni Muhardi, Ahmad Fauzi,  Darain, Agus Firmansyah, Piardi, dan Kasman.

“Kita sudah hadirkan enam orang saksi dari Muara Enim dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lanjutan, namun tadi hakim anggota menunda sidang karena ketua majelis hakimnya tidak hadir katanya ada anggota keluarganya sakit,” jelas JPU KPK RI Asri.

Menurutnya, perihal penundaan sidang dalam kasus Tipikor itu jika memang ada salah satu hakim berhalangan hadir dikarenakan ada keluarga yang sakit meski perangkat sidang semua sudah dihadirkan.

“Penundaan sidang itu wajar jika salah satu hakim berhalangan hadir,  ya kita juga menghormati itu, nanti keenam saksi-saksi itu akan kami hadirkan lagi minggu depan,” tuturnya.

Hingga saat ini JPU KPK terkait kasus dua terdakwa yakni Aries HB dan Ramlan Suryadi telah menghadirkan kurang lebih 25 orang saksi yang hampir keseluruhannya merupakan anggota DPRD Kabupaten MuaraeEnim baik yang masih menjabat maupun sudah tidak aktif lagi.

Saksi yang dihadirkan, diduga turut serta menerima aliran dana suap fee proyek masing-masing senilai ratusan juta rupiah.

Kasus ini adalah pengembangan kasus lanjutan sebelumnya dimana Majelis Hakim Tipikor Palembang telah memvonis tiga orang terpidana yakni Bupati Nonaktif Muaraenim Ahmad Yani, Kadis PUPR Muaraenim Elfin MZ Muchtar serta penyuap kontraktor proyek, Robby Okta Fahlevi yang saat ini menjalani hukuman di Rutan Klas 1A Pakjo Palembang. (ron)

 

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.