Saksi Sebut Kegiatan Home Visit Prabumulih Fiktif

Saksi berikan keterangan saat sidang dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada kegiatan Home Visit, Kota Prabumulih, tahun anggaran 2017, di PN Tipikor Palembang, Kamis (9/12/2021)

Palembang, Sumselupdate.com – Terdakwa Nurmalakari kembali jalani sidang dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada kegiatan Home Visit, Kota Prabumulih, tahun anggaran 2017, di PN Tipikor Palembang, Kamis (9/12/2021)

Pada sidang ini, JPU Kejari Prabumulih menghadirkan langsung 12 saksi yang sebagian berprofesi sebagai tenaga kesehatan (Nakes) dihadapan Majelis hakim yang diketahui oleh hakim Mangapul Manalu SH MH.

Read More

Salah satu saksi yakni Iza, Kasubag Program di Dinas Kesehatan Prabumulih, mengatakan, setelah melakukan rapat dan sinkronisasi, maka munculah program pelayanan kesehatan masyarakat dikawasan Kota Prabumulih dengan anggaran Rp141 juta lebih. Ia juga menyebutkan bahwasanya Dana Program Home Visit berasal dari dana APBD.

“Usulan program Home Visit ini diusulkan oleh Bidang Pelayanan Kesehatan. Diusulkan oleh dua orang di antaranya yakni terdakwa Nurmalakari,” jelasnya.

Sementara itu, saat hakim menanyakan secara bergantian pada saksi-saksi yang merupakan dokter yang berdinas di puskesmas di kawasan Kota Prabumulih, apakah pernah menandatangani berkas tanda terima honor dari terdakwa Nurmalakari, saksi-saksi itupun menjawab mereka tidak pernah menandatangani berkas tersebut.

“Saya tidak pernah menandatangani tanda terima honor. Ini bukan tanda tangan saya,” ujar saksi bergantian saat JPU menunjukan berkas tanda terima.

Dari keterangan saksi, juga diketahui jika para dokter yang bertugas, jika pihaknya tidak pernah menerima SPT atau SK Kegiatan, serta tidak pernah menerima honor dari terdakwa.

Di dalam persidangan JPU juga membacakan surat pernyataan dari 15 orang tenaga kesehatan, yang inti isinya menyatakan bahwasanya pada kegiatan Home Visit mereka tidak perna menerima uang transport makan dan honor dari terdakwa Nurmalakari.

Dalam surat pernyataan itu juga para nakes mempertegas bahwasanya kegiatan Home Visit tersebut tidak perna dilaksanakan.

Dikonfirmasi pada Kasi Pidsus Kejari Prabumuli, Wan Susilo Hadi SH MH, mengatakan, jika dalam perkara ini terdakwa telah memalsukan tanda tangan sejumlah dokter dan tenaga kesehatan di Kota Prabumulih

“Selain memalsukan tanda tangan nakes, terdakwa juga tidak melaksanakan kegiatan Home Visit tersebut. Artinya kegiatan Home Visit itu adalah kegiatan fiktif,” ungkapnya

Atas perbuatannya, Terdakwa Nurmalakari diancam dengan Pasal 2 atau Pasal 3 tentang tindak pidana korupsi. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.