Remaja di Palembang Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp15 Juta

Ibu korban yang anaknya diculik.

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Jagat maya kembali dihebohkan dengan video penculikan seorang pria yang bernama Muhammad Aldi (18), warga Jalan Sido Ing Laut Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang.

Bacaan Lainnya

Video yang tersebar di sosial media Instagram berdurasi 1.20 detik itu, terjadi pada 2 Februari 2021 di Kertapati. Saat itu, korban baru saja pulang kerja.

Dalam video itu, menampilkan video call percakapan antara Ibu kandung korban bernama Epi (35) dengan penculik anaknya. Selanjutnya, ada video menunjukkan pelaku yang membungkus kepala korban Aldi, dengan menggunakan kantong kresek hitam, sambil mengancam akan dibunuh bila tidak menyerahkan uang senilai Rp15 juta

Ibu korban Epi yang didampingi suaminya, di Mapolsek Ilir Barat II, mengatakan, awal mula korban diculik pelaku saat korban mendapatkan telpon dari pria yang mengaku pamannya Deni. Pria itu bilang jika ia ditangkap Polsek Kertapati Palembang, atas suatu kasus pidana.

“Saat itu Aldi, baru pulang kerja. Karena anak aku ni peduli nian dengan pamannya, datanglah dio ke sano. Tiba-tiba ia sudah diculik dan aku dapet video call dari pelaku,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (20/2/2021).

Ia bersama suami pun akhirnya melapor ke polisi atas peristiwa penculikan anaknya itu.

Setelah mendapatkan laporan, Mapolsek Ilir Barat II langsung melakukan penyidikan dan berhasil menemukan keberadaan korban di Tulang Bawang Lampung, Jumat (19/2/2021).

Polisi pun langsung menyergap kediaman pelaku, berhasil mengamankan korban dan menciduk istri salah satu pelaku, Nur Hayati (35), yang berperan menjaga korban selama penculikan.

“Nur adalah istri dari pelaku B. Diduga ibu ini memiliki keterlibatan atas penculikan terhadap korban (M Aldi). Perannya mengawasi anak ini (M Aldi) agar tak kemana-mana,” ungkap Kapolsek Ilir Barat II Palembang, Kompol M Ihsan.

Dikatakannya,  pelaku penculikan Aldi berjumlah tiga orang, dengan inisial B, S, dan R. Ketiga pelaku masih dalam pengejaran kepolisian.

Sementara itu pelaku, Nur Hayati membantah jika dirinya adalah salah satu pelaku yang berperan menjaga korban. Serta menyebutkan teman dari suaminyalah yang merupakan pelaku yang menculik korban.

“Pelaku R yang membawa korban ke rumah saya. Dan R baru seminggu kenal dengan suaminya,” kata Nur.

Dari keterangan Nur, saat itu pelaku R membawa korban ke rumahnya dengan menggunakan mobil pribadi dan menelpon orangtua korban untuk minta tebusan. Dan atas tindakkan tersebut pelaku bisa terjerat dengan pasal 33 dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.