Ketakutan, Penculik Balita di Palembang Minta Warga Hubungi Polisi

Pelaku penculikan Dzaki yang sudah diamankan polisi.

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Suhartono alis Tono (38) dan Sutrino (32), pelaku penculikan pada balita Dzaky Ichsandra (4) diringkus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, Sabtu (20/2/2021) petang.

Bacaan Lainnya

Keduanya merupakan warga Jalan Taman Murni, Kelurahan Alang-alang Lebar, Kecamatan Alang-lebar Palembang.  Kedua tersangka, diringkus aparat di tempat berbeda.

Suhartono dibekuk aparat di kediaman tempat mertuanya di kawasan Sekip, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Kemuning, Palembang. Saat hendak ditangkap, Suhartono mencoba ingin kabur, sehingga harus dibedil petugas kepolisian Polrestabes Palembang. Sedangkan Sutrino diamankan kediamanya saat sedang bersantai.

Dari tangan tersangka, aparat berhasil mengamankan barang bukti, dua unit sepeda motor Honda Scoppy, sehelai jaket warna hitam, yang digunakan saat beraksi dan sehelai kain warna biru untuk membekap, serta mengikat tangan korban.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra mengatakan, motif dari tersangka real penculikan.

“Pelaku sengaja melakukan aksi penculikan karena terjerat ekonomi dan berencana meminta uang tebusan Rp100 juta terhadap orangtua korban,” ujar Kombes Pol Irvan.

“Kronologi penangkapan tersangka, anggota kita menemukan kejanggalan dari cerita penemuan Dzaky, di mana saat ditemukan, korban berjalan sendirian posisi tangan terikat dan mata tertutup,” jelasnya.

Kemudian, dilakukan penyelidikan mulai dari orang pertama kali menemukan, sampai korban disekap di rumah kosong. Dari keterangan pelaku terekam CCTV yang mengambil korban yakni Suhartono.

barang bukti.

Sementara itu, Sutrino mengaku, dirinya diajak oleh Suhartono untuk melakukan aksi penculikan dan dijanjikan uang ketika berhasil hasilnya dibagi dua.

“Saya hanya bertugas menjemput korban di Jalan H M. Noerdin Pandji dan membawa korban ke rumah kosong yang berada tidak jauh dari lokasi saya menjemput. Karena kasus viral, sehingga saya takut merencanakan untuk mengembalikan korban dengan cara mencari nomor orangtua korban melalui Facebook, karena tidak aktif saya meminta tolong kepada warga sekitar untuk menghubungi anggota kepolisian,” katanya.

“Iya pak. Saya mengajak Sutrino untuk melakukan aksi penculikan, dari hasil penculilan rencananya akan dibagi dua,” tambah Suharno, sambil menahan rasa sakit setelah menerima timah panas oleh aparat.

Atas perbuatanya, kedua tersangka terjerat pasal 76 F JO pasal 83 undang-undang RI Nomor 34 tahun 2014 tentang perlindungan anak, ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.