Pelaku Pembunuhan Calon Pengantin Pria Disergap Saat Hendak Kabur ke Bangka  

Writer: - Sabtu, 16 Desember 2023
Kombes Pol Harryo Sugihhartono, saat konferensi pers di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (16/12/2023) siang.

Palembang, Sumselupdate.com – Belum sampai 1X24 jam, pelaku penganiayaan calon pengantin pria hingga meninggal dunia, berhasil diringkus anggota Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang, Jumat (15/12/2023) sore.

Tersangka bernama Dani Andika (34), warga Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Dirinya ditangkap di wilayah Jalan Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin, saat hendak kabur ke Provinsi Bangka Belitung.

Read More

Lantaran melawan saat hendak diamankan, tersangka Dani terpaksa diberikan tindakan tegas terukur di kaki sebelah kirinya.

Dani diringkus beberapa saat usai menewaskan korbannya bernama Farid Afandi (39), warga Jalan Talang Kepuh, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang dengan luka tusuk senjata tajam di dada kiri.

Sabetan pisau yang dilancarkan pelaku juga melukai mantan istri sirinya Agus Pita (26), di bagian pundak dan perut sebelah kiri, hingga harus mendapatkan perawatan intensif di RS Bari Palembang.

Baca Juga: Diduga Cemburu, Calon Pengantin Tewas Ditusuk Mantan Suami Wanita

Peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam itu, terjadi tak jauh dari rumah Agus Pita, di Jalan Faqih Usman, Lorong Sungai Goren, Kelurahan I Ulu, Kecamatan SU I Palembang, Jumat (15/12/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah membenarkan Satreskrim Polrestabes Palembang sudah menangkap tersangka Dani Andika.

“Atas perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 atau 338 dan 353 KUHP tindak pidana pembunuhan dengan berencana atau penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tegas Kombes Pol Harryo Sugihhartono, saat konferensi pers di Mapolrestabes Palembang, pada Sabtu (16/12/2023) siang.

Baca Juga: Polisi Reka Ulang Kasus Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Empat Lawang

Menurut Kapolrestabes, kronologis kejadian berawal ketika tersangka yang merasa sakit hati terhadap korban Agus Pita yang merupakan istri siri tersangka yang berselingkuh dengan korban Farid Afandi.

Lalu, tersangka berniat dan merencanakan untuk membunuh Agus Pita dengan menyiapkan satu bilah pisau.

Kemudian tersangka mendatangi rumah kontrakan Agus Pita, namun sampai di TKP tidak bertemu.

Tak lama kemudian, kedua korban bertemu dengan tersangka di perjalanan tak jauh dari rumah korban Agus Pita.

Saat itulah tersangka ini langsung menusuk Agus Pita berkali kali mengenai pundak dan perut sebelah kiri.

“Ketika korban Farid berusaha menolong Agus Pita, tersangka langsung menusuk korban Farid di bagian dada sebelah kiri sampai korban meninggal dunia di tempat. Kemudian tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna merah. Motifnya karena tersangka cemburu dan sakit hati,” jelas Kombes Pol Harryo.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Ferdi Menyerahkan Diri, Sempat Duel Layaknya Gladiator Live Instagram

Selain pelaku, anggota juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy BG 4917 KAJ, satu bilah senjata tajam jenis pisau, satu helai jaket warna hitam, dan satu baju koko lengan panjang.

Di tempat yang sama, tersangka Dani mengakui perbuatannya tersebut yang melakukan penusukan terhadap korban Farid hingga meninggal dunia, serta menusuk korban Agus Pita yang merupakan mantan istri sirinya.

“Saya cemburu Pak, dia (Agus Pita) selingkuh, kami baru pisah ranjang sekitar 2 bulan. Saat itu saya datang ke rumahnya sambil membawa pisau, tapi dia tidak ada di rumah. Lalu saat saya hendak pergi, bertemu dengan mereka di tengah jalan di Lorong Sungai Goren, di situlah saya langsung menusuk Agus Pita, tapi pacarnya itu mencoba menolongnya, jadi saya tusuk juga korban Farid itu,” ungkap Dani.

Setelah melakukan penusukan itu, lanjut Dani, melihat korban Farid bersimbah darah, dirinya langsung kabur.

“Saya kabur pakai motor, saya sempat lihat dia berlari menuju rumah warga untuk minta tolong. Saya sudah terpikir pasti korban meninggal, jadi saya melarikan diri hendak ke Bangka,” tutupnya menyesal. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts