Tragis! Ditagih Utang, Pria di Palembang Tewas Dibacok di Punggung, Pelaku Diburu Polisi

Writer: - Minggu, 19 Juli 2026
Petugas mengevakuasi jasad Rjivandri Prawira usai ditemukan bersimbah darah akibat dugaan pembacokan yang dipicu persoalan utang di Jalan Kapten Anwar Arsyad, Palembang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Perselisihan terkait utang berujung maut di Kota Palembang. Rjivandri Prawira (41) tewas setelah mengalami luka bacok di bagian punggung diduga dilakukan seorang pria berinisial SJ di Jalan Kapten Anwar Arsyad, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, Sabtu (18/7/2026).

Kapolsek IB I Palembang Kompol Fauzi Saleh mengatakan, peristiwa bermula ketika korban mendatangi rumah terduga pelaku untuk menagih utang.

Read More

Sebelum insiden pembacokan terjadi, pelaku lebih dahulu melakukan penganiayaan terhadap RE, rekan korban yang juga datang untuk menagih utang.

“Pelaku menarik RE lalu membenturkan kepalanya ke dinding hingga terjatuh. Beruntung aksi tersebut diketahui warga sehingga berhasil dilerai,” ujar Fauzi, Minggu (19/7/2026).

Setelah mengalami penganiayaan, RE menghubungi korban dan meminta datang ke lokasi.

Jasad Rjivandri Prawira dievakuasi ke rumah sakit setelah menjadi korban dugaan pembacokan di kawasan Siring Agung, Kecamatan IB I, Palembang. Polisi masih memburu pelaku yang diduga melakukan aksi tersebut. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Namun, ketika RE kembali bersama korban, situasi di lokasi sudah dipenuhi warga. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak bersimbah darah akibat luka bacok di bagian punggung.

“Korban kemudian dibawa ke RS Graha Mandiri. Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” katanya.

Fauzi menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat melalui layanan darurat Polisi 110.

Mendapat laporan itu, personel Polsek IB I bersama piket fungsi dan Tim Identifikasi Polrestabes Palembang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Sejumlah saksi yang mengetahui kejadian sudah kami mintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

“Penolakan autopsi dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani keluarga. Mereka hanya meminta dilakukan visum luar terhadap jenazah korban,” tandasnya.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku berinisial SJ yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts