Palembang, Sumselupdate.com – Keberadaan Maimanati Mutmainnah (24), mahasiswi Universitas Islam Bandung (Unisba) asal Kampung Tenjolaya, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hingga kini masih menjadi misteri.
Setelah sekitar sepekan dilaporkan hilang, keluarga bersama kepolisian terus melakukan berbagai upaya pencarian dengan menelusuri jejak terakhir korban di kawasan Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung.
Keluarga telah melaporkan hilangnya Maimanati ke Polsek Cicalengka pada Selasa (14/7) agar proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal.
Kakak korban, Fitri, mengatakan adiknya berpamitan kepada keluarga pada Sabtu (11/7) untuk mengunjungi teman semasa mondok di Garut. Namun, hingga kini Maimanati diduga belum pernah tiba di Garut.
“Iya, itu belum tentu juga karena kesalahan dari ticketing jadi kemungkinan masih di Bandung,” ujar Fitri.
Menurut Fitri, komunikasi terakhir dengan Maimanati terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 12.30 WIB saat adiknya sempat berkomunikasi dengan sang bibi. Sejak saat itu, ponselnya tidak lagi dapat dihubungi.
Saat terakhir terlihat, Maimanati mengenakan kerudung hitam, cardigan wol tebal berwarna ungu, serta membawa tas bodypack berwarna cokelat.
Keluarga menduga Maimanati belum sempat berangkat ke Garut karena mengalami kendala dalam proses pemesanan tiket kereta. Dugaan tersebut diperkuat setelah keluarga melakukan pengecekan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Stasiun Kiaracondong.
Hasil pengecekan menunjukkan Maimanati sempat memesan tiket perjalanan dari Stasiun Kiaracondong menuju Stasiun Cicalengka pada Senin (13/7), bertepatan dengan hari terakhir ia dapat dihubungi.
“Terakhir ngecek itu NIK adek dari KTP adek dicek di Stasiun Kiaracondong tepat di hari Senin, tepat di hari adek hilang kontak itu ternyata adek pesan tiket pulang dari Kiaracondong ke Cicalengka,” jelas Fitri.
Selain menelusuri data perjalanan, keluarga juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) milik sejumlah toko di sekitar kawasan stasiun. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena keterbatasan sudut pandang kamera.
“Lalu di sekitaran toko-toko yang dipasang CCTV juga, terkendala spot-nya, jadi enggak bisa lihat semuanya. Belum ada kelihatan nampak adik saya itu turun apa enggak-nya di Cicalengka,” katanya.
Saat ini, keluarga masih menunggu langkah kepolisian untuk memeriksa rekaman CCTV di kawasan Stasiun Kiaracondong yang diduga menjadi lokasi terakhir Maimanati sebelum keberadaannya tidak diketahui.
Keluarga berharap rekaman CCTV tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai perjalanan terakhir Maimanati.
Selain itu, keluarga juga telah menghubungi teman-teman dan kerabat korban guna menelusuri aktivitas maupun komunikasi terakhirnya. Hingga kini belum ada informasi yang mengarah pada keberadaan Maimanati, termasuk kemungkinan berada di rumah teman atau kerabat.
Fitri menegaskan keluarga belum memiliki kecurigaan terhadap siapa pun, termasuk teman-teman adiknya. Menurutnya, Maimanati selama ini selalu memberi kabar kepada keluarga setiap kali bepergian maupun saat hendak pulang, sehingga hilangnya komunikasi kali ini dinilai tidak biasa.
Keluarga berharap Maimanati segera ditemukan dalam keadaan selamat. Masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Maimanati, khususnya di sekitar Stasiun Kiaracondong maupun Stasiun Cicalengka, diimbau segera menghubungi pihak keluarga atau kepolisian setempat untuk membantu proses pencarian.
(**)











