Notaris Minaldi : Terdakwa Diko Buat Akta Kerjasama dan Akta Penyertaan Modal

Suasana persidangan

Palembang,Sumselupdate.com –  Sidang lanjutan dugaan pemalsuan surat, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA khusus Palembang, Rabu (14/9).

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siti Fatimah, SH, menghadirkan saksi dari notaris Minaldi L Syamsudin guna mengetahui kronologis terkait pembuatan akta kerjasama milik terdakwa Diko Ardhianto (46) warga Jalan Supeno, RT 23, RW 08, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan IB I Palembang.

Bacaan Lainnya

Saksi Minaldi menyebutkan di hadapan majelis hakim dan JPU, di mana dirinya mengungkapkan bahwa mengeluarkan akta kerjasama milik terdakwa Diko, akan tetapi salinan akta tersebut belum dikeluarkan.

“Terdakwa yang mengaku sebagai Trizon (korban penipuan) ini minta dibuatkan akta kerjasama dengan melampirkan identitas KTP saja,” katanya.

Masih dikatakan Minaldi, ketika hendak mentandatangani akta kerjasama tersebut, yang bersangkutan (terdakwa Diko) tidak dapat hadir guna memenuhi panggilan dari kantor.“Ketika terdakwa Diko diperintahkan untuk mentandatangani akta nomor 7, dia tidak dapat hadir melainkan berada di luar kota,” ungkapnya.

Di sela-sela persidangan, JPU langsung mencecar saksi Minaldi, “Apakah  akta yang telah dibuat sebelumnya, terlebih dahulu disimpan karena tanda tangan dari terdakwa Diko tidak tercantum?”.

Saksi pun langsung membalas pertanyaan JPU, bahwa akta kerjasama dibuat pada bulan April dan bulan Oktober. Di mana terdakwa Diko menghubungi kantor notaris melalui telepon selulernya, pada inti pembicaraannya akan datang ke kantor notaris guna menandatangani akta nomor 85.

“Terdakwa Diko ini ketika menghubungi saya melalui telepon meminta buatkan salinan akta nomor 7 dan akta nomor 85. Tidak lama kemudian terdakwa bersama rekannya (Batuzaman) langsung ke kantor, guna membicarakan pembuatan akta baru yang isinya penyertaan modal sebesar 2 miliar,” ungkapnya seraya mengaku berteman dengan terdakwa Diko ketika SMP.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Direktur PT Ratu Tiga Zone (RTZ), Drs Trizon Martan telah mengalami kerugian mencapai Rp 7,6 Miliar akibat dari perbuatan yang dilakukan terdakwa Diko lantaran memalsukan surat dan berkas perusahaannya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.