Menjadi Penceramah, Kanit Intel Polsek Semidang Aji Sampaikan Hikmah Nuzulul Qur’an

Kanit Intel Polsek Semidang Aji menjadi pencerahamah dalam peringatan Nuzulul Qur'an.

Laporan: Armiziwadi

Baturaja, Sumselupdate.com – Nuzulul Qur’an harus menjadi renungan, bagaimana hubungan dengan Al-Qur’an yang merupakan pedoman hidup. Nuzulul Qur’an peristiwa bersejarah dan punya sederet hikmah di dalamnya.

Bacaan Lainnya

Itulah salah satu pesan yang disampaikan Bribka  Hadi  Suhendra, Kanit Intel Polsek Semidang Aji sebagai, pada tausiahnya usai shalat terawih dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Al Mujadin, Desa Tubohan, Kecamatan Semidang Aji, OKU, Kamis (29/4/2021).

Kepada jamaah masjid, disampaikan jika malam Nuzulul Qur’an, adalah salah satu malam istimewa di bulan Ramadhan, sebagai malam dimana diturunkannya Al-Qur’an.

Saat itu Nabi Muhammad berusia 40 tahun, ketika beliau sedang berada di Gua Hira, menerima wahyu pertamanya, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5. Ayat selanjutnya turun tiga tahun kemudian, yakni Surat An-Nashr.

Malam Nuzulul Qur’an biasanya diperingati pada 17 Ramadhan. Malam Nuzulul Qur’an menjadi malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan, sesuai firman Allah SWT. “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan,” (QS. Al-Qadr : 3).

Di mala mini juga, penuh dengan keberkahan. Umat muslim harus memanfaatkannya dengan amalan dan kegiatan ibadah, untuk meningkatkan pahala.

Peristiwa Nuzulul Qur’an, harus menjadi renungan hubungan manusia dengan Al-Qur’an yang merupakan pedoman hidup bagi kita semua di dunia. Jika masih ada perasaan, membaca Al-Qur’an adalah sebuah beban yang menyusahkan hidup dan masih berat dalam mempelajari Al-Qur’an, artinya belum bisa memahami makna sesungguhnya dari Al-Qur’an.

Seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Baqarah, “Kami tidak turunkan Al-Qur’an unruk menyusahkan engkau, untuk membebani engkau. Tapi Al-Qur’an adalah rahmah, anugrah dari Allah, hadiah dari Allah, dan obat dari Allah,” terang Hadi.

Ada beberapa amalan yang dilakukan dalam mengisi malam Nuzulul Qur’an, di antaranya, Itikaf. Itikaf ini merupakan amalan yang bisa dilakukan saat malam Nuzulul Qur’an dengan cara berdiam diri di masjid, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan melaksanakan shalat malam.

“Selanjutnya, tadarus Al-Qur’an,  memperbanyak doa, shalat malam, dan dzikir,” ucapnya.

“Ramadhan, menjadi bulan penuh berkah. Umat Islam harus memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, mengingat kita tidak pernah tahu apakah di tahun depan bisa bertemu dengan Ramadhan kembali,” tambahnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.