Hanya Dua Hari, Satres Narkoba Sukses Gulung Tiga Pengedar Shabu, Ini Identitas Pelaku

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Siswandi saat gelar perkara penangkapan tiga pengedar shabu, Rabu (12/2/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Dalam kurun dua hari, Satres Narkoba Polrestabes Palembang menangkap tiga pengedar shabu di tempat berbeda di wilayah hukum Polrestabes Palembang.

Ketiga pelaku yakni Syarifudin alias Udin (31) diamankan di depan rumah pelaku yang berada di Jalan Ki Marogan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Bacaan Lainnya

Andi Saputra (39) diringkus di dalam rumah pelaku yang berada di Jalan A Yani, Lorong H Umar, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang dan M Basid (43) diamankan anggota saat berada di rumah kontrakannya di Jalan Muhajirin, Lorong Khotib III, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang.

“Dalam kurun waktu dua hari anggota kita berhasil mengamankan ke tiga pengedar shabu di rumahnya masing-masing,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Siswandi, Rabu (12/2/2020).

Menurut Siswandi, ketiga pelaku berhasil ditangkap berkat informasi yang didapatkan dari masyarakat yang menyatakan bahwa di rumah para pelaku sering terjadi transaksi narkoba jenis shabu.

“Mendapatkan informasi tersebut anggota pun melakukan gerak cepat dengan melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan ketiga pengedar shabu ini. Tidak hanya mengamankan para pelaku, anggota kita juga turut mengamankan barang bukti shabu. Bahkan dari salah satu pelaku anggota kita juga mengamankan barang bukti tiga butir ekstasi,” katanya.

Dari tangan pelaku Udin, anggota mengamankan barang bukti berupa dua paket shabu seberat 4,05 gram shabu, satu buah celana pendek, satu buah ponsel merk Nokia dan satu buah motor merk Honda BeAT nopol BG 3409 XA.

Sementara dari tangan pelaku Andi, anggota mengamankan 12 paket shabu dengan total berat 14,92 gram, satu buah timbangan digital, satu bal plastik bening, satu buah sekop dari pipet sedotan plastik dan satu buah dompet coklat.

“Sedangkan pelaku Basid anggota kita mengamankan barang bukti berupa empat bungkus sabu dengan berat 34,06 gram, 3 butir ekstasi logo kodok, satu buah timbangan digital, satu buah ponsel merk Nokia dan uang tunai Rp500 ribu,” jelasnya.

“Ketiga pelaku kita ancam dengan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya.

“Benar itu barang saya, di mana saya dapatkan dari salah satu bandar,dan saya jual satu paketnya Rp600 ribu,” ujar Basid

Dalam bisnis haram ini, Basid mengatakan sudah menjalaninya selama enam bulan terakhir ini. “Saya sudah menjalani bisnis ini selama enam bulan terakhir dan keuntungannya sangat menjanjikan hingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.