Misteri Kematian Pasutri di Banyuasin Mulai Terkuak, Hasil Visum Ungkap Penyebab Kematian

Writer: - Rabu, 22 Juli 2026
Petugas kepolisian melakukan olah TKP dan penyelidikan kasus penemuan jasad pasangan suami istri di kebun karet Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin. Hasil visum sementara menunjukkan korban perempuan meninggal akibat benturan benda tumpul di kepala, sedangkan korban laki-laki meninggal akibat jeratan di leher. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Banyuasin, Sumselupdate.com – Misteri kematian pasangan suami istri yang ditemukan meninggal dunia di kebun karet milik mereka di Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, mulai menemukan titik terang. Hasil visum sementara menunjukkan penyebab kematian kedua korban berbeda.

Korban diketahui bernama Jaal Dewantara (47) dan istrinya, Roviko Wati. Keduanya ditemukan dalam kondisi telah membusuk pada Minggu (19/7/2026), sebelum dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan forensik.

Read More

Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Sandi Karisma mengatakan hasil visum sementara mengungkap bahwa Roviko Wati meninggal dunia akibat kekerasan benda tumpul di bagian kepala.

“Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka robek di kepala bagian samping kanan, disertai pecah tulang tengkorak dan perdarahan pada jaringan otak,” ujar AKP Sandi Karisma, Rabu (22/7/2026).

Hasil pemeriksaan bagian dalam juga menemukan lima patahan pada tulang tengkorak serta perdarahan luas pada selaput otak.

Baca Juga: Geger! Pasutri di Banyuasin Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun Karet, Suami Tergantung-Istri Tergeletak Bersimbah Darah

Berdasarkan kesimpulan dokter forensik, penyebab kematian korban perempuan adalah kekerasan pada rongga kepala yang mengakibatkan pecahnya tulang tengkorak hingga terjadi perdarahan pada jaringan otak.

Sementara itu, hasil visum terhadap Jaal Dewantara menunjukkan adanya bekas jeratan yang melingkari leher korban.

“Dari pemeriksaan luar ditemukan jejak jeratan di atas jakun dengan simpul berada di sebelah kanan. Pemeriksaan dalam juga menemukan resapan darah pada jaringan leher. Penyebab kematian korban laki-laki akibat terhalangnya jalan napas karena jeratan pada leher,” jelasnya.

Meski demikian, penyidik belum mengambil kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti kematian kedua korban.

Baca Juga: Aktivis Kecam Pembunuhan Sadis Anak SD di OKI, Desak Hukuman Mati untuk Pelaku

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik, termasuk uji toksikologi, untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan zat beracun pada tubuh korban perempuan.

“Dugaan sementara mengarah pada suami yang lebih dahulu menghabisi istrinya, kemudian mengakhiri hidupnya sendiri. Namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan toksikologi agar penyebab kematian dapat dipastikan secara ilmiah,” ungkap AKP Sandi.

Ia menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan masih mendalami seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami belum bisa menyimpulkan secara final sebelum seluruh hasil pemeriksaan forensik keluar. Semua kemungkinan masih didalami oleh penyidik,” tegasnya.

Sebelumnya, jasad pasangan suami istri tersebut ditemukan warga di kebun karet milik mereka di Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, dalam kondisi sudah membusuk.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Banyuasin III dan Satreskrim Polres Banyuasin. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi kedua jenazah ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts