Banyuasin, Sumselupdate.com – Warga Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, digegerkan dengan penemuan sepasang suami istri yang tewas mengenaskan di areal kebun karet, Minggu pagi (20/7/2026).
Korban diketahui bernama Jaal Dewantara (47) dan istrinya, Roviko (45), warga Desa Pulau Harapan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian kedua korban dengan melibatkan tim forensik.
Peristiwa menggemparkan terjadi di Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin. Sepasang suami istri ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di areal kebun karet.
Korban diketahui bernama Jaal Dewantara (47) dan istrinya, Roviko (45), yang merupakan warga Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa.
Jasad keduanya pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Aminah bersama cucunya, Aisha, saat hendak menuju rawa untuk mandi pada Minggu pagi.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan, saksi awalnya melintasi kebun karet milik korban sebelum melihat adanya kejanggalan.
“Keduanya saat itu hendak pergi mandi ke rawa yang melintasi kebun karet korban,” ujar Risnan.
Saat didekati, saksi terkejut mendapati kedua korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan jasadnya mulai membusuk.
Jaal Dewantara ditemukan dalam posisi terduduk dengan leher tergantung menggunakan seutas tali yang terikat pada batang pohon. Sementara sang istri, Roviko, ditemukan tergeletak tepat di hadapan suaminya dengan luka parah di bagian wajah.
Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Banyuasin III bersama Pos Subsektor Sembawa langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Selanjutnya, Tim Inafis bersama personel Satreskrim Polres Banyuasin melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani pemeriksaan medis dan forensik sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Hingga saat ini penyidik masih bekerja mengumpulkan alat bukti dan mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lapangan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut,” kata Kapolres.
Risnan menegaskan seluruh personel bergerak cepat sejak menerima laporan masyarakat agar setiap tahapan penanganan perkara berjalan sesuai prosedur.
“Sejak informasi diterima, kami langsung mengerahkan personel untuk mengamankan lokasi, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan seluruh alat bukti yang diperlukan. Kami berkomitmen mengungkap peristiwa ini secara menyeluruh melalui proses penyelidikan yang profesional, objektif, dan transparan sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum berdasarkan fakta,” tegasnya.
Berdasarkan keterangan anak korban kepada penyidik, pasangan suami istri tersebut berpamitan pergi menyadap karet pada Jumat (17/7/2026) pagi dan tidak kembali ke rumah hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Kedua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kapolres.
(**)











