Gara-gara Utang Puluhan Juta, Gadis Ini Gadaikan Mobil Rentalan

Tersangka penggelapan diamankan di Polresta Palembang, Kamis (28/7)

Palembang, Sumselupdate.com – Gara-gara memiliki utang hingga puluhan juta, membuat Ika (21), nekat menggadaikan mobil Honda Freed warna putih yang direntalnya dari perusahaan rental mobil bernama Joni.

Kini, korban warga Jalan Proklamasi, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I Palembang harus mendekam di prodeo Polresta Palembang, Kamis (28/7).

Bacaan Lainnya

Diceritakan tersangka, ia nekat melakukan aksi kejahatan itu untuk membayar utang kepada seorang konsumennya sebesar Rp25 Juta.

“Saya ini menjual barang-barang elektronik untuk membuat kue. Tapi, waktu itu ada konsumen minta pesankan barang, uangnya sudah dikirim. Saya pesankan dengan orangnya, tapi barangnya tak datang. Makanya, saya punya utang sebesar itu,” ungkap dia.

Kemudian, masih dikatakan dirinya juga, sekitar dua bulan yang lalu, ia merental mobil milik Joni untuk digunakan selama satu bulan. Namun, baru tiga hari digunakannya, ia membawa mobil Freed itu bersama Ria dan Rizal ke daerah Muaraenim untuk digadaikannya dengan Ismail.

“Saya kenal yang menerima gadaian mobil itu dari Ria dan Rizal itu. Lalu, kami datangi ke Muara Enim. Setelah itu, terjadi kesepakatan, kalau saya pinjam uang Rp30 juta dengan jaminan mobil tersebut selama satu bulan,” katanya.

Sialnya, saat hendak menebus mobil tersebut, Ismail malah menghilang. Sehingga, ia harus diamankan anggota kepolisian Polresta Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari korban pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku Ika di rumahnya.

“Kini pelaku akan terancam dijerat Pasal 372 KUHP,” singkat Kasat. (Man)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.