Dua Rekan Youtuber Edo Masih Berstatus Saksi

DIAMANKAN-Tersangka Edo Putra dan rekannya Diky Firdaus saat diamankan di Polrestabes Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com-Pihak kepolisian dari Polrestabes Palembang akan memanggil dua rekan Youtuber Edo Putra yang terlibat dalam pembuatan video prank daging kurban isi sampah. Status keduanya masih saksi.

“Saya sampaikan mereka berdua itu bukan Daftar Pencarian Orang (DPO), tapi masih berstatus sebagai saksi, dan kita akan mintai keterangannya. Untuk peran masih didalami, yang jelas mereka berdua terlibat dalam pembuatan video itu menurut keterangan saksi-saksi,” tegas Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setyadji saat dihubungi, Selasa (4/8/2020).

Bacaan Lainnya

Anom belum menjelaskan peran keduanya dalam pembuatan video itu. Dia mengatakan semua saksi dan bukti-bukti diperiksa guna mengusut tuntas kasus ini.

“Kami masih lakukan pemeriksaan dan pengembangan untuk keterlibatan mereka berdua. Semua saksi kita periksa dan bukti-bukti juga” ujarnya.

Sebelumnya, Edo Putra dan rekannya, Diky Firdaus, kini resmi berstatus tersangka. Keduanya dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

“Ancaman pidana penjara setinggi-tingginya 10 tahun,” kata Anom, Senin (3/8/2020).

Anom mengatakan, Edo dan Diky Firdaus ditangkap pada, Sabtu (1/8/2020) pukul 19.00 WIB di Banyuasin. Video prank itu diunggah ke akun Youtube pada Jumat (31/7), bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Anom menyesalkan sebagian masyarakat, termasuk kedua tersangka, tak bijak menggunakan media sosial, di mana ingin terkenal dengan cara-cara tak terpuji.

“Ini harus disesalkan, jadi ada sebagian masyarakat kita belum bijak menggunakan medsos dan cari keuntungan dengan cara prank untuk peroleh subscribers yang banyak, ini kami sesalkan dengan cara-cara kurang terpuji,” ucap Anom. (rly/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.