Dinkes Sebut Gara-gara Keterbatasan Vaksin, PPKM Muaraenim Naik ke Level 3

Plt Kadinkes Muaraenim, Slamet Oku Asmara.

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Lantaran pencapaian vaksinasi masih di bawah 70 persen, Kemendagri menaikkan status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Muaraenim yang tadinya di Level 2 menjadi PPKM Level 3.

Read More

Plt Kadinkes Muaraenim, Slamet Oku Asmara, didampingi Sekretaris Dinkes Muaraenim Supri Ahmadi, di ruang kerjanya, menerangkan, sesuai surat Inmendagri No 54 Tahun 2021 tertanggal 18 Oktober 2021, Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1, serta mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2016 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Maluku dan Papua.

“Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan assesmen oleh Kementerian Kesehatan, serta lebih mengoptimalkan Pos Komando (Posko) Penanganan Covid-19, di tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19,” ungkapnya, Rabu (27/10/2021) saat dihubungi media ini.

Di dalam instruksi tersebut, lanjut Oku, untuk di Provinsi Sumsel ada 8 Kabupaten yang level PPKM berada di level 3.

“Kalau untuk Kabupaten Muaraenim penyebab naiknya level PPKM tersebut, karena capaian vaksinasi masih terbatas, yakni belum mencapi 70 persen. Dimana untuk vaksinasi I terbatas baru 32,8 persen dan vaksinasi II sebesar 21 persen,” terangnya.

Masih kata Oku, untuk menentukan level PPKM tersebut, ada beberapa kriteria yakni terbatas, sedang dan memadai. Untuk level terbatas capaian vaksinasi dibawah 50 persen, level sedang 50-70 persen dan level memadai 70 persen ke atas.

“Penyebabnya karena sebelum penilaian kita masih terbatas alokasi vaksin, mulai minggu-minggu ini alokasinya vaksin akan semakin besar. Kita tiap hari terus lakukan vaksinasi,” urainya.

Sementara Sekretaris Dinkes Supri Ahmadi menambahkan, sampai saat ini stok vaksin Sinovak 11800 dosis dan Astrazeneka 8460 dosis. Hari ini pihaknya menjemput vaksin ke Dinkes Sumsel jenis Pfizer sebanyak 44.460 dosis.

Sedangkan target sasaran vaksinasi sebanyak 45.0276 jiwa. Dimana untuk dosis I sudah mencapai 147.183 jiwa atau  32,79 persen dan dosis II sebangak 94.422 jiwa atau 20,97 persen pertanggal 23 Oktober 2021.

“Kalau dahulu, kriteria penentuan level PPKM-nya hanya jumlah kasus, tracking, ketersediaan tempat tidur, testing. Namun sekarang, seiring dengan melandainya kasus untuk menuju herd Immunity syaratnya ditambah yakni capaian vaksinasi. Dan bagi daerah yang capaiannya rendah meski kasusnya rendah jika capaian vaksinasinya masih rendah PPKM level-nya berpengaruh, seperti kita,” tambahnya.

Lebih lanjut Supri mengatakan, dengan naiknya level PPKM dari level 2 menjadi level 3, tentu akan berpengaruh terutama terhadap perekonomian karena ada batasan-batasan perlakuan yang berbeda antara PPKM level 2 dan PPKM level 3.

“Memang Imendagri ini akan keluar dua minggu sekali oleh Kemendagri dan hasilnya tergantung capaian vaksinasi kita.  Untuk itu, kata dia,pihaknya akan terus menggiatkan vaksinasi, berapa pun kuota vaksin yang kita dapat akan langsung didistribusikan hingga mencapai herd immunity atau capaian vaksinasi 70 persen,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.