Muaraenim, Sumselupdate.com – Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Muaraenim menyebabkan satu unit rumah warga di bantaran Sungai Lematang roboh dan hanyut terbawa arus, Kamis (12/2/2026).
Kapolres Muaraenim AKBP Hendri Syaputra melalui Kapolsek Gunung Megang AKP KMS Erwin menjelaskan jika peristiwa tersebut terjadi di Dusun 2, Desa Rami Pasai, Kecamatan Benakat.
“Benar, telah terjadi satu unit rumah roboh dan hanyut terbawa arus Sungai Lematang akibat tingginya curah hujan dan derasnya arus sungai. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun korban mengalami kerugian materiil,” ujarnya kepada awak media.
Rumah tersebut diketahui milik Abdul Yazid (47), seorang petani yang tinggal di Dusun 2 Desa Rami Pasai, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muaraenim.
Berdasarkan keterangan saksi Emriana (43) dan Hendi Yayan Saputra (40) selaku Kepala Dusun 2, peristiwa terjadi saat korban sedang beristirahat. Korban mendengar suara bangunan roboh dari bagian belakang rumah.
Saat korban bersama istrinya keluar untuk menyelamatkan diri, mereka melihat bagian rumah dan garasi telah roboh dan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Lematang.
Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp50 juta. Kerugian meliputi bangunan rumah berukuran 5×8 meter dan garasi berukuran 4×6 meter. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek menjelaskan, rumah korban memang dibangun di bantaran Sungai Lematang sehingga sangat rentan terdampak luapan air saat curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat drastis.
Sebagai langkah cepat, Bhabinkamtibmas telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Rami Pasai untuk melakukan pendataan dan penanganan awal terhadap korban.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor guna menghindari kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.
(**)











