Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Palembang menetapkan 8 titik genangan sebagai prioritas utama penanganan banjir setelah hujan deras mengguyur kota pada Minggu (5/4/2026) dan menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang.
Salah satu lokasi yang paling banyak dikeluhkan warga berada di Jalan POM IX, tepatnya di depan Mall Palembang Icon, akibat saluran drainase yang dinilai tidak berfungsi maksimal hingga membuat banyak sepeda motor mogok.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, hasil evaluasi pascabanjir menunjukkan beberapa kawasan memerlukan penanganan cepat, terutama titik-titik yang selama ini rutin terdampak saat intensitas hujan tinggi.
Menurutnya, dari 8 titik yang terdata, genangan terdalam terjadi di kawasan Kasnariansyah. Sementara untuk wilayah DAS Bendung, pemerintah segera melakukan pengerukan sedimen dan pelebaran drainase agar aliran air lebih lancar.
“Permasalahan banjir ini menjadi perhatian utama. Kita sudah petakan titik-titik prioritas dan akan dilakukan langkah teknis secepatnya,” ujar Ratu Dewa.
Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Palembang juga menyiapkan proyek pengendalian banjir berskala besar melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dengan pembiayaan dari World Bank.
Baca juga : Hujan Deras 2 Jam, Banjir Rendam Sejumlah Titik di Palembang, Kendaraan Mogok dan Lalin Lumpuh
Saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap proses lelang untuk optimalisasi sistem pompanisasi di wilayah Sekip Bendung. Selama ini, dari 6 pompa yang tersedia, hanya 2 hingga 3 unit yang dapat bekerja maksimal saat debit air meningkat.
Termasuk perluasan kolam retensi di kawasan Simpang Polda. Lahan milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sumsel direncanakan dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas kolam retensi setelah kantor terkait dipindahkan.
“Jika proyek ini berjalan sesuai target, genangan di kawasan Bendung hingga wilayah Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning dapat berkurang signifikan,” jelasnya.
Baca juga : Cek Penanganan Banjir Baturaja Timur, Kapolres OKU Terjun Langsung Monitoring Perbaikan Saluran
Secara data, luas kawasan terdampak banjir di Palembang juga disebut mengalami penurunan. Pada 2025 area genangan tercatat mencapai 6.800 hektare, sedangkan saat ini turun menjadi sekitar 5.150 hektare.
Untuk memperkuat upaya normalisasi saluran air, pemerintah kota juga akan menambah sejumlah alat berat dan armada operasional pada 2026. Sarana yang disiapkan meliputi dua unit excavator amphibious mini, satu excavator long arm, satu excavator standar, satu excavator mini spider, sepuluh dump truck, satu mobil penyedot lumpur, satu floating trash collector, dua mini self loader, serta lima motor roda tiga.
Penambahan alat tersebut ditujukan untuk mempercepat pengerukan drainase, pembersihan sedimen, serta pengangkutan sampah yang kerap menjadi penyebab tersumbatnya aliran air.
Ratu Dewa juga menegaskan kepada Kepala Dinas PUPR yang baru dilantik agar lebih aktif turun langsung ke lapangan dalam memantau penanganan banjir.
“Saya ingin ada langkah konkret dari Kadis PUPR yang baru. Kadis harus banyak ke lapangan, jangan terlalu banyak di meja kerja,” tegasnya. (Iya)











